OJK Soroti Kesiapan Pemindahan Payroll ASN dari BPD ke Himbara
OJK menekankan perlunya kajian matang sebelum pemindahan pembayaran gaji ASN dari BPD ke Himbara demi menjaga stabilitas sistem perbankan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti pentingnya pendekatan hati-hati dalam merancang pemindahan sistem pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke bank himpunan milik negara (Himbara). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kebijakan semacam ini harus dilakukan dengan perencanaan yang terukur agar tidak mengganggu stabilitas sistem perbankan secara nasional.
Pada Juli 2026, kondisi likuiditas BPD secara umum tetap terjaga dengan baik, ditunjukkan oleh rasio liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 174,55%, rasio AL/NCD mencapai 106,04%, serta rasio AL/DPK sebesar 22,29%. Angka-angka ini berada di atas ambang batas minimum yang ditetapkan, menunjukkan kesehatan likuiditas yang masih kuat. Meski demikian, pertumbuhan penyaluran kredit oleh BPD mengalami perlambatan, namun masih dalam batas aman dan tidak menunjukkan risiko sistemik.
Dian menekankan bahwa sektor ASN menjadi salah satu mitra strategis dan sumber pendanaan utama bagi BPD. Meskipun dana dari pemerintah daerah (Pemda) masih menjadi dominasi dana pihak ketiga (DPK) BPD, dana payroll ASN tetap menjadi komponen pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Perubahan aliran dana ini, jika terjadi, berpotensi memengaruhi keseimbangan likuiditas BPD, terutama bagi bank yang memiliki konsentrasi tinggi terhadap dana ASN.
OJK menekankan bahwa setiap BPD memiliki struktur pendanaan dan kapasitas manajemen risiko yang berbeda, sehingga dampak pemindahan payroll akan bervariasi tergantung kondisi masing-masing bank. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyesuaian strategis dalam pengelolaan likuiditas untuk menjaga rasio-rasio keuangan tetap dalam batas aman.
Pembiayaan yang berasal dari dana ASN yang tetap berada di BPD akan mendukung fungsi intermediasi perbankan daerah, memungkinkan penyaluran kredit ke sektor produktif seperti UMKM, pertanian, dan infrastruktur. OJK berkomitmen untuk terus memantau kondisi likuiditas BPD secara intensif guna memastikan peran bank-bank daerah sebagai penopang ekonomi lokal tetap optimal dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Venezuela Ajukan Restrukturisasi Utang Rp3,56 Pilar ke AS
Delegasi Venezuela dipimpin Presiden Sementara Delcy Rodriguez melakukan pembicaraan strategis di New York terkait utang, energi, dan pertambangan dengan AS, menyusul langkah normalisasi diplomasi dan ekonomi.
22 September 2026

Rupiah Tahun Cetak 2026 Tetap Sah Meski Tanda Tangan Pejabat Lama
Uang rupiah cetak 2026 dengan tanda tangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap berlaku dan sah digunakan di seluruh wilayah Indonesia, meski pejabat tersebut telah berganti.
22 September 2026

Utang Prancis Tembus 121,7% PDB, Ancaman Krisis Menanti
Proyeksi Kementerian Keuangan menunjukkan utang publik Prancis akan melonjak hingga 121,7% PDB pada 2027, disertai defisit 5,4% dan premi pinjaman melonjak, memicu langkah penghematan 54 miliar euro.
22 September 2026

Jakarta Rencanakan Terbitkan Obligasi Daerah, New York Siap Berbagi Pengalaman
Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota New York sepakat berkolaborasi dalam pengelolaan keuangan daerah dan penanganan tantangan perkotaan, termasuk penerbitan obligasi daerah dan mitigasi banjir.
22 September 2026
Berita Lainnya

Padel Jadi Pilihan Olahraga Modern di Kota
Selasa, 22 September 2026, 09.30 WITA

Etomidate dalam Vape: Bahaya Anestesi Ilegal yang Mengancam Jiwa
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Vape Berisi Etomidate Mengancam Jiwa, BPOM Siap Bantu Penyelidikan
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Kucing Menjilat Sesama, Bisa Jadi Bentuk Kekerasan Tersembunyi
Selasa, 22 September 2026, 09.17 WITA

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan
Selasa, 22 September 2026, 09.15 WITA

Aman Naik Taksi Online Malam Hari, Ini Langkah Praktisnya
Selasa, 22 September 2026, 09.07 WITA

80 Pejuang Houthi Tewas dalam Pertempuran Sengit di Marib
Selasa, 22 September 2026, 09.05 WITA

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

