Kucing Menjilat Sesama, Bisa Jadi Bentuk Kekerasan Tersembunyi
Studi baru menunjukkan bahwa menjilat antarkucing bukan selalu tanda kasih sayang, tetapi bisa jadi bentuk agresi halus untuk mengusir rekan lain dari tempat favorit.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.17 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perilaku menjilat antarkucing yang sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang ternyata bisa memiliki makna berbeda tergantung konteksnya. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Morgane J.R. Van Belle dari Universitas Ghent, Belgia, mengungkap bahwa tindakan allogrooming—perilaku membersihkan sesama kucing—bisa jadi strategi sosial yang digunakan untuk menekan atau mengusir kucing lain tanpa konflik fisik. Temuan ini berdasarkan pengamatan langsung terhadap interaksi antarkucing di rumah tangga di berbagai wilayah Eropa.
Dalam penelitian yang melibatkan 53 rumah dengan lebih dari satu kucing, ditemukan bahwa allogrooming sering kali terjadi saat salah satu kucing ingin merebut tempat nyaman, seperti area bersinar sinar matahari di atas selimut. Kucing yang ingin mengusir lawannya kemudian menjilat tubuh kucing lain secara intens, terutama di bagian kepala atau leher, dengan teknik yang tidak alami dan mengganggu. Tindakan ini justru memicu respons stres dari kucing yang dijilat, seperti menatap tajam, mengeong, memutar telinga, atau bahkan mencakar.
Hasil analisis menunjukkan bahwa postur tubuh menjadi penentu utama makna dari perilaku menjilat. Saat kucing yang menjilat berdiri sambil menggigit atau menjilat kucing lain yang sedang duduk, itu menandakan dominasi atau tekanan sosial. Sebaliknya, saat kucing saling menjilat dalam posisi berdampingan atau berpelukan dengan postur sejajar, hal itu memang mencerminkan ikatan sosial dan keintiman. Perbedaan ini menunjukkan bahwa allogrooming bukanlah tindakan monolitik, tetapi memiliki dimensi sosial yang kompleks.
Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pemilik kucing dan profesional kesehatan hewan. Menurut Suzanne MacDonald dari Universitas York, Kanada, pemahaman tentang konteks perilaku seperti ini membantu pemilik membedakan antara momen romantis dan momen tegang yang berpotensi memicu konflik. Kristyn Vitale dari Maueyes Cat Science & Education menambahkan bahwa mengenali bahasa tubuh kucing secara akurat dapat membantu mengurangi stres sosial dan meningkatkan kualitas hidup kucing dalam lingkungan rumah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Etomidate dalam Vape: Bahaya Anestesi Ilegal yang Mengancam Jiwa
Etomidate, obat anestesi medis, ditemukan dalam vape ilegal dengan risiko serius seperti henti napas dan gangguan kesadaran, yang menyebabkan penegak hukum menggencarkan penangkapan dan pengawasan ketat.
22 September 2026

Vape Berisi Etomidate Mengancam Jiwa, BPOM Siap Bantu Penyelidikan
Penggunaan etomidate melalui vape ilegal kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan, dengan risiko gangguan pernapasan, kesadaran, dan fungsi organ vital.
22 September 2026

LNSW Buka Akses API untuk Pelaku Usaha Ekspor-Impor
Mulai 1 September 2026, pelaku usaha ekspor dan impor dapat mengakses sistem integrasi SINSW melalui API tanpa batasan skala usaha.
22 September 2026

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Kantor Summarecon Bogor
KPK memperluas penyelidikan kasus suap Hak Guna Bangunan dengan menggeledah kantor PT Summarecon Agung di Bogor, menyusul penangkapan tangan terhadap 19 orang dan penyitaan uang mencapai Rp106,3 miliar.
22 September 2026
Berita Lainnya

Padel Jadi Pilihan Olahraga Modern di Kota
Selasa, 22 September 2026, 09.30 WITA

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan
Selasa, 22 September 2026, 09.15 WITA

Aman Naik Taksi Online Malam Hari, Ini Langkah Praktisnya
Selasa, 22 September 2026, 09.07 WITA

80 Pejuang Houthi Tewas dalam Pertempuran Sengit di Marib
Selasa, 22 September 2026, 09.05 WITA

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

Venezuela Ajukan Restrukturisasi Utang Rp3,56 Pilar ke AS
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

Cabai Rawit Meroket, Pemerintah Dorong Mobilisasi Pasokan
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

Rupiah Tahun Cetak 2026 Tetap Sah Meski Tanda Tangan Pejabat Lama
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

