Investor Pilih SBN Saat Saham Tak Menjanjikan
Minat masyarakat terhadap surat berharga negara meningkat tajam akibat kinerja pasar saham yang menurun, dengan pemesanan SBSN seri SR025 mencapai rekor tertinggi dalam dekade terakhir.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tren investasi di kalangan individu di Indonesia mengalihkan fokus dari pasar saham ke instrumen berpendapatan tetap, terutama surat berharga negara (SBN) ritel, seiring kondisi pasar saham yang belum menunjukkan kestabilan. Pada periode penawaran 21 Agustus hingga 16 September 2026, penerbitan Sukuk Ritel SR025 mencatatkan rekor jumlah investor dan nilai penjualan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, dengan total pemesanan mencapai Rp29,77 triliun. Angka ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap instrumen keuangan yang dianggap aman dan minim risiko.
Sebanyak 93.548 investor individu membeli SBSN seri SR025, termasuk 21.582 investor baru yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi dan partisipasi pasar keuangan. Dari total pemesanan, sebesar Rp24,93 triliun berasal dari seri SR025T3 (tenor 3 tahun), sedangkan sisanya, Rp4,83 triliun, dari SR025T5 (tenor 5 tahun). Kedua seri menawarkan imbalan tetap, yakni 6,80% per tahun untuk tenor tiga tahun dan 6,90% per tahun untuk tenor lima tahun, dengan pembayaran bunga dilakukan tiap bulan pada tanggal 10, atau hari kerja berikutnya jika jatuh pada hari libur.
Pemerintah mencatat bahwa permintaan yang tinggi merupakan hasil dari dinamika permintaan (demand-side) yang kuat, bukan karena peningkatan penawaran. Kebijakan peningkatan volume penerbitan dilakukan untuk menyesuaikan dengan tingginya minat masyarakat. Kebijakan ini juga didukung oleh tingginya likuiditas di masyarakat dan kebiasaan reinvestasi dari pemegang SBN yang jatuh tempo selama masa penawaran. Investasi ini dianggap kompetitif karena menawarkan keamanan, imbal hasil yang menarik, serta fitur syariah yang menjadi daya tarik khusus bagi sebagian besar masyarakat.
Dengan batas minimum pemesanan Rp1 juta dan kelipatannya, serta batas maksimum Rp5 miliar untuk SR025T3 dan Rp10 miliar untuk SR025T5, penerbitan ini dirancang untuk menjangkau investor ritel dari skala kecil hingga menengah. Tujuannya adalah memperluas basis investor domestik dan memperdalam pasar keuangan dalam negeri. Pembayaran imbalan pertama dijadwalkan pada 10 Oktober 2026, dengan perhitungan imbalan pendek karena masa penerbitan belum genap satu bulan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Venezuela Ajukan Restrukturisasi Utang Rp3,56 Pilar ke AS
Delegasi Venezuela dipimpin Presiden Sementara Delcy Rodriguez melakukan pembicaraan strategis di New York terkait utang, energi, dan pertambangan dengan AS, menyusul langkah normalisasi diplomasi dan ekonomi.
22 September 2026

Rupiah Tahun Cetak 2026 Tetap Sah Meski Tanda Tangan Pejabat Lama
Uang rupiah cetak 2026 dengan tanda tangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap berlaku dan sah digunakan di seluruh wilayah Indonesia, meski pejabat tersebut telah berganti.
22 September 2026

Utang Prancis Tembus 121,7% PDB, Ancaman Krisis Menanti
Proyeksi Kementerian Keuangan menunjukkan utang publik Prancis akan melonjak hingga 121,7% PDB pada 2027, disertai defisit 5,4% dan premi pinjaman melonjak, memicu langkah penghematan 54 miliar euro.
22 September 2026

Jakarta Rencanakan Terbitkan Obligasi Daerah, New York Siap Berbagi Pengalaman
Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota New York sepakat berkolaborasi dalam pengelolaan keuangan daerah dan penanganan tantangan perkotaan, termasuk penerbitan obligasi daerah dan mitigasi banjir.
22 September 2026
Berita Lainnya

Padel Jadi Pilihan Olahraga Modern di Kota
Selasa, 22 September 2026, 09.30 WITA

Etomidate dalam Vape: Bahaya Anestesi Ilegal yang Mengancam Jiwa
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Vape Berisi Etomidate Mengancam Jiwa, BPOM Siap Bantu Penyelidikan
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Kucing Menjilat Sesama, Bisa Jadi Bentuk Kekerasan Tersembunyi
Selasa, 22 September 2026, 09.17 WITA

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan
Selasa, 22 September 2026, 09.15 WITA

Aman Naik Taksi Online Malam Hari, Ini Langkah Praktisnya
Selasa, 22 September 2026, 09.07 WITA

80 Pejuang Houthi Tewas dalam Pertempuran Sengit di Marib
Selasa, 22 September 2026, 09.05 WITA

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

