Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan

Penerapan bahan bakar nabati E50 dan B50 ditargetkan menghemat devisa hingga Rp500 triliun per tahun melalui pengurangan impor energi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah menargetkan penghematan devisa sebesar Rp500 triliun per tahun melalui implementasi bahan bakar nabati berbahan etanol E50 dan biodiesel B50. Klaim ini disampaikan oleh Menteri Pertanian dalam konferensi pers di Jakarta, menegaskan bahwa penerapan skema tersebut akan mengurangi ketergantungan pada impor energi. Angka ini setara dengan sekitar US$30 miliar, yang akan dialihkan untuk pengembangan sektor strategis lainnya.

Pengembangan E50 akan memanfaatkan tiga komoditas utama sebagai bahan baku etanol, yaitu singkong, tebu, dan jagung. Untuk mendukung produksi, diperlukan lahan seluas 1 juta hingga 2 juta hektare. Pemerintah memilih mengoptimalkan lahan yang telah tersedia atau dilepaskan, termasuk lahan yang akan dikembalikan ke fungsi pertanian atau agroforestri. Jumlah total lahan yang tersedia untuk pengembangan saat ini mencapai 20 juta hektare, dengan 1,3 juta hektare di antaranya sudah dalam proses pelepasan.

Pembukaan kawasan hutan untuk produksi bahan bakar nabati dipastikan menjadi opsi terakhir. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kemandirian energi nasional. Proses pengembangan akan dilakukan secara bertahap, dengan rencana mencapai E20 pada 2029, kemudian E40 pada 2030–2031, dan akhirnya E50 pada tahap selanjutnya.

Pembangunan fasilitas produksi etanol akan melibatkan BUMN sebagai pelaku utama, diikuti oleh sektor swasta yang akan turut serta setelah kapasitas BUMN terpenuhi. Kepastian lahan menjadi faktor kunci untuk menarik investasi. Pemerintah juga telah memerintahkan Kementerian ESDM untuk menyusun strategi implementasi E50, sebagai bagian dari upaya mencapai kemandirian energi nasional.

Dalam konteks yang lebih luas, pemerintah memperkirakan kebutuhan solar nasional mencapai 39 juta kiloliter per tahun, sedangkan bensin berkisar antara 39 hingga 40 juta kiloliter. Pengembangan E50 dianggap sebagai langkah strategis jangka panjang, sejalan dengan keberhasilan penerapan B50 dalam menekan impor solar. Selain itu, pemerintah juga memperkuat eksplorasi blok minyak dan optimalisasi sumur produksi, termasuk 45 ribu sumur rakyat yang perlu diawasi secara profesional untuk mencegah penyalahgunaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya