Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jejak Kaki T-rex Dewasa Pertama Ditemukan di North Dakota

Temuan jejak kaki T-rex dewasa pertama di dunia, berusia 66,5 juta tahun, mengungkapkan kecepatan dan pola pergerakan dinosaurus raksasa tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Jejak Kaki T-rex Dewasa Pertama Ditemukan di North Dakota📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah temuan langka dalam dunia paleontologi berhasil mengungkapkan jejak kaki T-rex dewasa pertama yang diketahui, ditemukan di wilayah North Dakota, Amerika Serikat. Jejak tersebut terdiri dari empat bekas tapak, dua di sisi kiri dan dua di sisi kanan, membentuk jalur sepanjang sekitar tujuh meter. Lokasi penemuan berada di kawasan fosil Hell Creek Formation, daerah yang telah lama menjadi sumber penting bukti kehidupan dinosaurus pada akhir periode Kapur.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Denver Museum of Nature and Science dan Liverpool John Moores University ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Vertebrate Paleontology. Berdasarkan analisis, jejak kaki diperkirakan berasal dari 66,5 juta tahun lalu, menjadikannya salah satu bukti paling langsung tentang aktivitas T-rex saat akhir zaman dinosaurus. Ukuran tapak mencapai sekitar 0,91 meter, dengan panjang langkah sekitar 3,9 meter, yang menunjukkan bahwa hewan tersebut berjalan dengan kecepatan antara 5,6 hingga 7,2 kilometer per jam—setara dengan manusia yang berjalan cepat.

Tim peneliti menggunakan teknologi pemindaian permukaan 3D beresolusi tinggi untuk merekam dan membuat replika fisik dari jejak kaki. Metode ini memungkinkan studi mendalam tanpa merusak situs asli. Menurut Tyler Lyson, kurator senior paleontologi vertebrata di Denver Museum, jejak kaki memberikan wawasan tak tergantikan tentang perilaku dan mobilitas T-rex, yang tidak bisa diperoleh hanya dari tulang fosil. “Jejak kaki menangkap momen hidup yang nyata—pergerakan, ritme, bahkan keadaan lingkungan saat itu,” ujarnya.

Tiga dari empat jejak kaki yang ditemukan akan dipindahkan ke Denver Museum pada akhir tahun ini menggunakan helikopter untuk keperluan penyimpanan dan penelitian lebih lanjut. Penemuan ini awalnya dilakukan secara tak sengaja oleh Kent Hups, seorang guru sekolah dari Colorado, yang menemukannya saat berada di lapangan. Ia mengungkapkan kekagumannya atas temuan yang lahir dari kebiasaan mengamati alam secara teliti. “Sains dimulai dari rasa ingin tahu—dan hari ini, saya menyadari betapa pentingnya pengamatan cermat dalam menemukan sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya