Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hyundai Peringatkan AS Soal Ancaman Mobil China Tanpa Tarif

CEO Hyundai memperingatkan Amerika Serikat bisa menghadapi banjir mobil China jika tidak mempertahankan kebijakan proteksi pasar, seiring lonjakan pangsa pasar di Eropa dan Inggris.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.09 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Hyundai Peringatkan AS Soal Ancaman Mobil China Tanpa Tarif📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - CEO Hyundai Motor, Jose Munoz, menggarisbawahi risiko besar bagi pasar otomotif Amerika Serikat jika kebijakan proteksi terhadap mobil listrik China dicabut. Dalam pernyataan di San Jose, California, ia menekankan bahwa tanpa tarif atau mekanisme pengaman akses pasar, AS berpotensi mengalami dampak serupa dengan Uni Eropa dan Inggris, di mana produsen mobil China berhasil merebut pangsa pasar secara signifikan. Ia menyebut harga kendaraan asal Tiongkok jauh lebih kompetitif, berkisar 30 hingga 40 persen lebih murah dibandingkan produk pesaing di pasar seperti Prancis, Spanyol, dan Italia.

Meski Uni Eropa telah menerapkan tarif dan kesepakatan harga minimum terhadap mobil listrik China sebagai respons terhadap subsidi pemerintah yang dinilai tidak adil, dampaknya belum cukup menahan lonjakan ekspor. Data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) menunjukkan pangsa mobil China di pasar Uni Eropa mencapai lebih dari 9 persen pada semester pertama 2026. Di Inggris, angkanya bahkan lebih tinggi, mencapai 15 persen dari total registrasi mobil baru, menurut data SMMT. Munoz menyebut pasar Inggris—yang sebelumnya menjadi wilayah strategis—kini mengalami transformasi serupa dengan pasar China karena kurangnya kebijakan perlindungan.

Di AS, kebijakan tarif sekitar 100 persen terhadap mobil listrik China tetap berlaku, menjadi faktor utama dalam membatasi masuknya produk asal Tiongkok. Namun, Munoz menegaskan bahwa kebijakan ini harus dipertahankan untuk menjaga keseimbangan pasar. Ia juga menyoroti peringatan serupa dari Ford, yang menyatakan siap menghadapi kemungkinan masuknya produsen mobil China ke AS dalam jangka 5 hingga 10 tahun ke depan. Langkah strategis Hyundai pun disesuaikan, termasuk penundaan peluncuran sistem bantuan pengemudi Level 2++ hingga akhir 2029, dari rencana awal akhir 2027.

Penundaan ini dilakukan untuk memastikan validasi data dan kinerja keselamatan sistem secara mendalam. Pada saat yang sama, Hyundai mempercepat kerja sama dengan Nvidia guna meluncurkan kendaraan dengan teknologi Level 2+ dan Level 2++ pada 2028. Munoz menekankan pentingnya kolaborasi dalam tahap awal, terutama dalam pengembangan teknologi yang belum sepenuhnya matang. Ia menegaskan bahwa meski akan terus menjalin kemitraan, Hyundai berkomitmen untuk menguasai teknologi inti seperti baterai dan kendaraan otonom secara mandiri di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya