Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekskul Korps Kadet Tak Wajib, Jadi Pilihan Siswa

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan ekskul Korps Kadet Republik Indonesia bersifat pilihan, bukan kewajiban, dan menjadi bagian dari penguatan karakter bela negara di jenjang menengah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 23.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Ekskul Korps Kadet Tak Wajib, Jadi Pilihan Siswa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengeluarkan aturan terkait pelaksanaan ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia, yang menetapkan bahwa kegiatan tersebut tidak wajib diikuti oleh seluruh siswa. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 136 Tahun 2026, yang mengatur pedoman pembinaan kesadaran bela negara melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah menengah. Aturan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat nilai karakter dan patriotisme pada peserta didik secara berkelanjutan.

Menteri menyatakan bahwa pihak sekolah memiliki otonomi dalam menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Korps Kadet, sebagai pilihan bagi siswa yang berminat. Ia menegaskan bahwa hanya kegiatan Pramuka yang menjadi wajib, sementara semua bentuk ekskul lain, termasuk Korps Kadet, bersifat opsional. Tujuannya adalah memberikan ruang bagi siswa untuk memilih kegiatan sesuai minat dan bakat, tanpa tekanan dari kebijakan formal.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai kewenangan kementerian, bukan hasil kerja sama dengan Kementerian Pertahanan. Menurut Menteri, program ini dikelola sepenuhnya dalam ranah pendidikan, dan pelaksanaannya diserahkan kepada sekolah. Guru atau pendidik di tingkat sekolah berperan sebagai penentu materi dan bentuk pelatihan, sesuai kapasitas dan kebutuhan peserta didik.

Penerapan Korps Kadet di sekolah bertujuan membangun kesadaran bela negara secara terencana dan terstruktur. Melalui kegiatan yang berbasis pada pendidikan karakter, diharapkan siswa mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan, tanggung jawab sosial, dan rasa nasionalisme sejak dini. Dengan pendekatan yang fleksibel dan tidak mengharuskan partisipasi wajib, pemerintah ingin memastikan bahwa pendidikan ekstrakurikuler tetap inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya