Amran Perintahkan Tambahan Pasokan 300 Ribu Ton Beras Premium ke Ritel
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas memerintahkan Bulog menyalurkan 300 ribu ton beras premium ke ritel modern untuk menutupi kekosongan stok, dengan stok nasional masih mencapai 4,6 hingga 5 juta ton.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, secara tegas memerintahkan Perum Bulog untuk memperluas pasokan beras premium ke sejumlah ritel modern hingga mencapai 300 ribu ton. Jumlah ini dapat ditingkatkan hingga tiga kali lipat jika diperlukan, sebagai respons atas kondisi kekosongan stok beras premium di sejumlah gerai ritel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin (21/9), dengan menekankan ketersediaan stok yang melimpah di tingkat nasional.
Amran menegaskan bahwa persoalan yang muncul bukanlah kelangkaan beras secara umum, melainkan ketidaksesuaian pasokan jenis premium di pasar ritel. Ia menyoroti bahwa stok beras pemerintah saat ini berada pada angka 4,6 hingga 5 juta ton, dengan kapasitas gudang yang telah diperluas hingga 2 juta ton. “Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton. Kita sewa gudang 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman,” tegasnya, menegaskan bahwa penyaluran tidak terhambat oleh keterbatasan logistik atau simpanan.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari temuan Bapanas terhadap 25 merek beras fortifikasi yang ditemukan tidak sesuai standar. Dari 27 merek dagang yang diuji di 11 provinsi, sebanyak 190 sampel menunjukkan ketidaksesuaian nilai gizi dan sebagian besar tidak memiliki izin edar PSAT. Dari jumlah tersebut, 12 merek telah menarik stoknya secara mandiri, sementara sisanya masih dalam proses penarikan. Amran menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar pangan, menegaskan bahwa beras premium yang tidak memenuhi kriteria tidak layak beredar.
Bulan ini, Bulog telah menyiapkan penyaluran 110 ribu ton beras, terdiri dari 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium, untuk 10 ritel modern seperti Indomaret, Alfamart, Tip Top, Indogrosir, dan Hero. Beras premium yang disalurkan berupa produk BeeFood dengan harga Rp74.500 per kemasan 5 kilogram. Program ini tetap berjalan sesuai rencana, termasuk peluncuran beras medium dengan merek Beras Kita, yang akan diluncurkan sesuai jadwal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sukuk Ritel SR025 Raih Pencapaian Tertinggi dalam Sejarah
Penerbitan sukuk ritel SR025 mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang sejarah dengan total Rp29,77 triliun dan jumlah investor terbanyak, 93.548 orang.
22 September 2026

Kelas Cuan Bahas Strategi Manajemen Modal di Value Investing
Program edukasi online membahas pentingnya manajemen keuangan dalam investasi berbasis nilai, dengan fokus pada disiplin, alokasi modal, dan mitigasi risiko.
22 September 2026

Perempuan Dominasi Pembelian Sukuk Ritel SR025
Sukuk Ritel SR025 mencatat rekor jumlah investor terbanyak sepanjang sejarah, dengan mayoritas dari kalangan perempuan dan total nilai penjualan mencapai Rp29,77 triliun.
22 September 2026

Bayan Resources Dapat Tambahan Kuota Produksi 15–20 Juta Ton
Kementerian ESDM menyetujui RKAB 2026 tiga anak usaha Bayan Resources, memberikan tambahan kuota produksi batu bara sebesar 15 hingga 20 juta ton.
22 September 2026
Berita Lainnya

Padel Jadi Pilihan Olahraga Modern di Kota
Selasa, 22 September 2026, 09.30 WITA

Etomidate dalam Vape: Bahaya Anestesi Ilegal yang Mengancam Jiwa
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Vape Berisi Etomidate Mengancam Jiwa, BPOM Siap Bantu Penyelidikan
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Kucing Menjilat Sesama, Bisa Jadi Bentuk Kekerasan Tersembunyi
Selasa, 22 September 2026, 09.17 WITA

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan
Selasa, 22 September 2026, 09.15 WITA

Aman Naik Taksi Online Malam Hari, Ini Langkah Praktisnya
Selasa, 22 September 2026, 09.07 WITA

80 Pejuang Houthi Tewas dalam Pertempuran Sengit di Marib
Selasa, 22 September 2026, 09.05 WITA

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

