Bayan Resources Dapat Tambahan Kuota Produksi 15–20 Juta Ton
Kementerian ESDM menyetujui RKAB 2026 tiga anak usaha Bayan Resources, memberikan tambahan kuota produksi batu bara sebesar 15 hingga 20 juta ton.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak perusahaan PT Bayan Resources Tbk. Keputusan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minerba, Tri Winarno, setelah proses evaluasi teknis dan kelayakan perusahaan selesai dilakukan. Ia menegaskan bahwa seluruh aspek administratif dan operasional telah memenuhi syarat yang ditetapkan.
Penetapan RKAB tersebut turut disertai pemberian tambahan kuota produksi batu bara sebesar 15 hingga 20 juta ton batu tara. Angka tersebut mencerminkan penyesuaian atas rencana produksi yang diajukan oleh PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima, yang sebelumnya mengalami hambatan karena belum terbitnya persetujuan perubahan RKAB. Kondisi ini sempat memicu pernyataan force majeure dari ketiga anak usaha per 11 September, yang menyatakan tidak mampu memenuhi kewajiban pasokan kepada pelanggan.
Proses pengesahan RKAB terjadi setelah transaksi pengalihan saham senilai 10 miliar saham oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low kepada PT Jhonlin Baratama. Meski transaksi ini menimbulkan spekulasi mengenai perubahan kepemilikan, Tri Winarno menegaskan bahwa perubahan struktur kepemilikan saham tidak otomatis berdampak pada perizinan operasional. Ia menekankan bahwa perubahan pemegang saham baru sah jika telah mendapat persetujuan resmi dari menteri, bukan hanya kesepakatan awal antarpihak.
Dengan disahkannya RKAB, tiga anak usaha Bayan Resources kini diberi ruang lebih besar untuk menjalankan aktivitas produksi sesuai rencana. Penetapan ini menunjukkan bahwa keputusan operasional tetap berdasarkan kajian teknis dan prosedural, bukan dipengaruhi oleh isu akuisisi atau perubahan kepemilikan saham yang belum final. Kementerian ESDM menegaskan bahwa setiap kebijakan terkait izin produksi selalu berlandaskan aturan hukum yang berlaku.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sukuk Ritel SR025 Raih Pencapaian Tertinggi dalam Sejarah
Penerbitan sukuk ritel SR025 mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang sejarah dengan total Rp29,77 triliun dan jumlah investor terbanyak, 93.548 orang.
22 September 2026

Kelas Cuan Bahas Strategi Manajemen Modal di Value Investing
Program edukasi online membahas pentingnya manajemen keuangan dalam investasi berbasis nilai, dengan fokus pada disiplin, alokasi modal, dan mitigasi risiko.
22 September 2026

Perempuan Dominasi Pembelian Sukuk Ritel SR025
Sukuk Ritel SR025 mencatat rekor jumlah investor terbanyak sepanjang sejarah, dengan mayoritas dari kalangan perempuan dan total nilai penjualan mencapai Rp29,77 triliun.
22 September 2026

Amran Perintahkan Tambahan Pasokan 300 Ribu Ton Beras Premium ke Ritel
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas memerintahkan Bulog menyalurkan 300 ribu ton beras premium ke ritel modern untuk menutupi kekosongan stok, dengan stok nasional masih mencapai 4,6 hingga 5 juta ton.
22 September 2026
Berita Lainnya

Padel Jadi Pilihan Olahraga Modern di Kota
Selasa, 22 September 2026, 09.30 WITA

Etomidate dalam Vape: Bahaya Anestesi Ilegal yang Mengancam Jiwa
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Vape Berisi Etomidate Mengancam Jiwa, BPOM Siap Bantu Penyelidikan
Selasa, 22 September 2026, 09.29 WITA

Kucing Menjilat Sesama, Bisa Jadi Bentuk Kekerasan Tersembunyi
Selasa, 22 September 2026, 09.17 WITA

EV Naik, Industri Suku Cadang Tetap Menguntungkan
Selasa, 22 September 2026, 09.15 WITA

Aman Naik Taksi Online Malam Hari, Ini Langkah Praktisnya
Selasa, 22 September 2026, 09.07 WITA

80 Pejuang Houthi Tewas dalam Pertempuran Sengit di Marib
Selasa, 22 September 2026, 09.05 WITA

Insentif Motor Listrik Tertunda, Industri Minta Kepastian Jangka Panjang
Selasa, 22 September 2026, 09.04 WITA

