Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gen Z Pilih Emas Kecil untuk Investasi

Generasi muda kini lebih memilih emas dalam gramasi kecil sebagai instrumen investasi, menyesuaikan daya beli yang terbatas namun tetap menjaga keamanan aset.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 21.06 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Gen Z Pilih Emas Kecil untuk Investasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Minat masyarakat terhadap emas sebagai bentuk investasi tetap tinggi meski tekanan ekonomi menekan daya beli. Namun, pola pembelian mengalami pergeseran signifikan, terutama di kalangan Gen Z dan milenial. Kini, konsumen cenderung memilih emas batangan dengan ukuran lebih kecil dibandingkan sebelumnya yang dominan pada 5 hingga 10 gram per transaksi. Perubahan ini mencerminkan adaptasi terhadap realitas finansial yang lebih terbatas, tanpa mengurangi kesadaran akan nilai jangka panjang emas sebagai aset stabil.

Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis Galeri 24 menyebutkan bahwa kesadaran akan perlindungan keuangan menjadi faktor utama. “Masyarakat kini lebih peka terhadap risiko ekonomi, sehingga mereka mencari instrumen yang lebih aman dan terjangkau untuk mulai berinvestasi,” ungkapnya. Meski nilai beli menurun, frekuensi transaksi emas justru meningkat, terutama dari kalangan muda yang memilih mulai dengan jumlah kecil.

Galeri 24 menyesuaikan permintaan pasar dengan menyediakan emas batangan dalam berbagai pilihan gramasi mulai dari 0,01 gram hingga 5 gram. Pilihan ini memungkinkan konsumen menyesuaikan pembelian dengan kapasitas keuangan tanpa harus menunggu menabung dalam jumlah besar. Dengan demikian, investasi emas kini terasa lebih inklusif dan dapat diakses oleh generasi muda yang ingin memulai dari hal kecil namun berkelanjutan.

Tren serupa juga terlihat pada preferensi perhiasan. Gen Z lebih memilih desain minimalis dan ukuran kecil yang nyaman digunakan sehari-hari, bukan menonjolkan kemewahan. Mereka lebih mengutamakan fungsi, kenyamanan, dan fleksibilitas dalam penggunaan. “Mereka tidak tertarik pada perhiasan besar yang hanya dipakai untuk pamer. Yang mereka butuhkan adalah yang bisa digunakan dalam berbagai momen tanpa terasa berat,” jelas sumber dari perusahaan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa emas sebagai aset tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang hanya untuk kalangan tertentu. Bagi generasi muda, emas kini menjadi bagian dari strategi keuangan pribadi yang realistis, fleksibel, dan dapat dimulai dari nominal terjangkau. Dengan demikian, minat terhadap emas tetap kuat, hanya saja bentuk dan cara penggunaannya telah bertransformasi sesuai dinamika zaman dan kondisi ekonomi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya