Generasi Muda Diminta Bijak Hadapi Risiko Finansial Digital
LPS menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini untuk melindungi generasi muda dari bahaya pinjaman ilegal, judi daring, dan pengelolaan keuangan impulsif di era digital.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 98x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggarisbawahi perlunya kesadaran tinggi di kalangan generasi muda terhadap ancaman finansial yang muncul dari kemudahan akses ke layanan keuangan digital. Dengan melimpahnya penggunaan smartphone, akses ke produk keuangan digital kini sangat terbuka, namun tidak diimbangi pemahaman yang memadai terhadap risiko yang melekat, seperti kebiasaan belanja spontan, terjerat pinjaman online tanpa izin, hingga terlibat dalam aktivitas judi daring. Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menyampaikan peringatan ini dalam kuliah umum di Universitas Negeri Surabaya, menekankan bahwa kesiapan mental dan edukasi finansial harus menyertai kemudahan teknologi.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan bahwa meskipun inklusi keuangan mencapai 93,6 persen, tingkat literasi keuangan nasional masih berada di angka 69,5 persen. Angka ini mengungkapkan adanya kesenjangan antara akses dan pemahaman, yang berpotensi memicu perilaku keuangan yang tidak sehat. Farid menyoroti tren yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan Generasi Z, yang rentan terpapar taruhan olahraga digital. Data dari Bloomberg mencatat bahwa 52 persen responden pernah mengalihkan dana investasi mereka ke aktivitas taruhan, sementara 26 persen memandangnya sebagai strategi keuangan jangka panjang—sebuah persepsi yang jauh dari prinsip keuangan sehat.
Untuk mencegah kerentanan tersebut, LPS mendorong penerapan prinsip “Sisihkan, Bukan Sisakan” sebagai dasar pengelolaan keuangan pribadi. Prinsip ini menganjurkan agar sebagian pendapatan atau uang saku segera dialokasikan untuk tabungan sejak awal, bukan setelah semua pengeluaran dipenuhi. Dengan begitu, generasi muda dapat membangun dana darurat dan memenuhi kebutuhan masa depan secara terencana. Selain aspek materi, Farid juga menekankan pentingnya memperkuat bekal non-finansial seperti pengetahuan, karakter, dan jaringan sosial positif sebagai investasi jangka panjang yang mendukung kemandirian ekonomi.
Kerja sama strategis antara LPS dan Universitas Negeri Surabaya melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) menjadi wadah konkret untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap fungsi, tugas, dan kewenangan lembaga penjamin simpanan. Melalui program penelitian, pengembangan kompetensi, serta sosialisasi, kerja sama ini bertujuan menciptakan generasi yang tidak hanya akrab dengan teknologi digital, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak dan tangguh menghadapi ancaman finansial modern.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

