Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gerombolan Misterius Usai Demo 27 Agustus dan Tantangan Kredibilitas Kepolisian

Kepolisian diminta menyelidiki secara mendalam insiden pasca-demo 27 Agustus, termasuk kehadiran tokoh GRIB Jaya dan aktivitas kelompok bersenjata bambu yang muncul di Slipi dan Pejompongan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gerombolan Misterius Usai Demo 27 Agustus dan Tantangan Kredibilitas Kepolisian📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Setelah aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR pada Kamis, 27 Agustus 2026, situasi kembali memburuk pada malam harinya. Sejumlah massa yang sempat membubarkan diri dari area gerbang DPR kemudian kembali berkumpul di sekitar flyover Slipi, memicu ketegangan. Api menyala di depan area strategis, sementara material bangunan terbang di udara. Polisi mengintervensi dengan meriam air, namun sebagian massa tetap bergerak ke arah Pejompongan dan Jalan Tentara Pelajar.

Dalam rekaman video yang beredar luas, muncul kelompok yang turun dari sekitar tujuh truk, membawa bambu dan balok kayu, serta mengenakan ikat kepala putih. Mereka menyerang warga secara acak di flyover Slipi sekitar pukul 22.30 WIB, mengejar dan memukuli orang-orang yang berkerumun. Sebuah rekaman lain menunjukkan seorang pria berpakaian hitam, bertopi, dan bermasker yang diduga melepaskan tembakan ke arah korban yang berlarian. Meski belum diverifikasi secara independen, narasi ini memicu kekhawatiran publik terhadap keberadaan kekuatan nonresmi di lokasi kejadian.

Keberadaan Rosario de Marshall, alias Hercules, Ketua DPP GRIB Jaya, menjadi sorotan setelah video amatir menampilkan sekelompok orang yang turun dari lima mobil pribadi dan sepeda motor di kawasan Slipi. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara yang menyebutkan “Langsung Hercules turun ke jalan” saat massa bergerak mengusir kerumunan di pinggir jalan. Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, mengakui keberadaan Hercules di lokasi, tetapi menegaskan bahwa seruannya “pulang” dimaksudkan untuk membubarkan massa secara tertib demi menjaga ketertiban, bukan sebagai perintah kekerasan.

Polisi menegaskan telah membuka penyelidikan terhadap kematian Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, yang ditemukan pingsan di Pejompongan dan meninggal di Rumah Sakit Mintoharjo. Jasadnya kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati. Kepolisian menyebut korban diduga menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok misterius yang muncul setelah aksi mereda. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengumpulkan fakta hukum dari lapangan, termasuk menelusuri keterlibatan ormas dan narasi yang beredar di media sosial.

Polda Metro Jaya juga mengonfirmasi adanya kerusakan CCTV dan pos polisi di bawah flyover Slipi. Meski belum ada bukti resmi yang menghubungkan GRIB Jaya secara formal dengan peristiwa kekerasan, kehadiran tokoh penting dan aktivitas kelompok bersenjata menimbulkan pertanyaan serius terhadap kredibilitas kepolisian dalam menjaga ketertiban dan menangani isu keamanan secara profesional. Penyelidikan yang transparan dan menyeluruh menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya