Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS

Rupiah berakhir melemah ke level Rp17.669 per dolar AS pada Senin sore, dipengaruhi antisipasi kenaikan suku bunga AS dan kenaikan harga minyak global akibat ketegangan di Timur Tengah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 19.30 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada posisi Rp17.669 pada penutupan perdagangan sore hari, Senin (14/9). Penguatan dolar AS menyebabkan rupiah mengalami depresiasi sebesar 58 poin atau 0,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan terhadap mata uang domestik dalam konteks sentimen global yang memengaruhi pasar keuangan kawasan.

Di kawasan Asia, sebagian besar mata uang menguat terhadap dolar AS, namun rupiah justru tercatat melemah. Yuan Tiongkok menguat tipis 0,01 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,13 persen, dolar Singapura turun 0,31 persen, sementara yen Jepang melemah 0,63 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan turun 0,30 persen, peso Filipina terdepresiasi 0,24 persen, dan dolar Hong Kong mengalami penurunan tipis 0,01 persen.

Pada pasar mata uang utama negara maju, kebanyakan mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Euro Eropa melemah 0,52 persen, poundsterling Inggris turun 0,32 persen, dolar Australia terdepresiasi 0,52 persen, dolar Kanada turun 0,14 persen, dan franc Swiss melemah 0,29 persen. Faktor dominan yang mendorong pergerakan ini adalah ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve dalam rapat FOMC mendatang.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS yang memperkuat dolar AS secara global. Kedua, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya