Gubernur Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026
Gubernur DKI Jakarta mengajak warga terbuka kepada petugas BPS untuk pendataan ekonomi guna memperoleh gambaran akurat kondisi ekonomi Jakarta.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 02.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gubernur DKI Jakarta secara langsung menerima kunjungan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) yang melakukan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026. Dalam kesempatan itu, ia menjawab seluruh pertanyaan dengan transparan sesuai realitas keadaan usaha dan aktivitas ekonomi yang dijalani. Ia menegaskan bahwa keterbukaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan sensus dalam menggambarkan kondisi ekonomi secara menyeluruh dan akurat.
Pendataan yang tengah berlangsung di seluruh wilayah Jakarta mencakup berbagai sektor, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar dan internasional. Petugas BPS mendatangi langsung lokasi seperti pasar tradisional, kawasan perkantoran, mal, rumah tinggal, dan apartemen untuk memperoleh data dari pelaku usaha dan masyarakat. Sebagian lainnya melakukan pengisian kuesioner secara mandiri, sesuai jadwal yang ditentukan.
Data yang dikumpulkan tidak hanya berupa jumlah usaha, tetapi juga mencakup jenis aktivitas ekonomi, produk dan jasa yang dihasilkan, jumlah tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, serta karakteristik lain yang relevan. Semua informasi ini akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan, program, dan intervensi ekonomi yang lebih tepat dan responsif terhadap kondisi nyata di lapangan.
Gubernur menegaskan bahwa seluruh data yang diserahkan bersifat rahasia dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan atau pihak lain di luar tujuan statistik. Ia mengimbau seluruh warga Jakarta untuk tidak ragu memberikan informasi secara jujur, karena akurasi data sangat menentukan kualitas keputusan kebijakan publik. Ia juga meminta Dinas Pendidikan DKI melakukan verifikasi ulang terhadap mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang terdampak perubahan data desil.
Hingga saat ini, BPS melaporkan capaian pendataan telah mencapai 111 persen dari jumlah pre-list yang tersedia. Namun masih terdapat sejumlah unit usaha yang belum ditemukan atau dokumennya dalam proses penelusuran. Pihak BPS menegaskan bahwa waktu pendataan masih tersedia hingga pertengahan September 2026, dan masyarakat yang belum terdata dapat menghubungi kantor BPS untuk mendapatkan bantuan pendataan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Suahasil Dilantik, Pengusaha Optimistis Dorong Tumbuh Ekonomi 8%
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan disambut positif pengusaha, yang menilai pengalaman dan keahliannya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8%.
14 September 2026

Suahasil Tegaskan Kelanjutan Kebijakan Keuangan Negara
Menteri Keuangan Suahasil Nazara langsung memimpin operasional Kementerian Keuangan pasca pelantikan, menegaskan komitmen melanjutkan kebijakan stabilisasi ekonomi dan pengelolaan APBN tanpa perubahan mendasar.
14 September 2026

Suahasil Nazara Resmi Jabat Menteri Keuangan, Tekankan Kredibilitas Institusi
Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan RI, menegaskan komitmen menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik lewat kinerja institusi yang transparan dan profesional.
14 September 2026

IHSG Melemah Saat Peluncuran Bansos Digital Ditetapkan Oktober
Indeks Harga Saham Gabungan turun lebih dari 1% dalam 20 menit perdagangan pertama, sementara pemerintah siapkan peluncuran bansos digital pada bulan Oktober.
14 September 2026
Berita Lainnya

Menkeu Dorong Perluasan Penindakan Rokok Ilegal
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

Suahasil Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Tantangan Fiskal Makin Ketat
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Pergantian Menteri Keuangan Tak Ganggu Progres Whoosh
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Purbaya Siapkan Skema BPD Financing untuk Dorong Pembangunan Daerah
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Menteri PKP: BTN Dongkrak Ekosistem Perumahan Melalui KPP
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.640 Akibat Tekanan Global
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

BSI Gelar Lelang Serentak 2026 dengan 2.000 Aset Kompetitif
Senin, 14 September 2026, 19.31 WITA

Reshuffle Kabinet Picu Pemulihan IHSG di Akhir Sesi
Senin, 14 September 2026, 19.31 WITA


