Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hindari Makanan Ini untuk Lindungi Fungsi Ginjal

Penderita penyakit ginjal harus membatasi konsumsi makanan tinggi natrium, kalium, fosfor, dan protein hewani berlebih untuk mencegah komplikasi serius.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hindari Makanan Ini untuk Lindungi Fungsi Ginjal📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Penyakit ginjal ditandai dengan penurunan kemampuan organ dalam menyaring racun, kelebihan cairan, dan limbah metabolisme dari darah. Kondisi ini menuntut pengelolaan nutrisi yang ketat, terutama melalui pengaturan asupan makanan yang dapat menambah beban kerja ginjal. Salah satu pendekatan utama dalam penanganan adalah diet ginjal, yang menekankan pembatasan bahan-bahan tertentu yang berpotensi memperparah kondisi.

Makanan olahan seperti sosis, kornet, mi instan, dan camilan asin perlu dikurangi karena mengandung natrium tinggi. Kelebihan natrium menyebabkan retensi cairan, meningkatkan tekanan darah, dan menambah tekanan pada ginjal yang sudah terganggu fungsi kerjanya. Sama halnya, buah-buahan dan sayuran seperti pisang, alpukat, jeruk, kentang, tomat, serta bayam harus dikonsumsi dengan batas tertentu karena kandungan kaliumnya yang tinggi. Ketidakmampuan ginjal membuang kalium berlebihan dapat menimbulkan hiperkalemia, yang berisiko menyebabkan gangguan jantung bahkan kematian mendadak.

Produk susu olahan seperti keju, yoghurt, dan susu sapi, beserta jeroan, kacang-kacangan, dan minuman bersoda berwarna gelap juga perlu dihindari. Fosfor berlebih dalam darah dapat mengganggu keseimbangan mineral tulang, menyebabkan kekurangan kalsium dan kerapuhan tulang. Di sisi lain, asupan protein hewani seperti daging merah dan daging olahan dalam jumlah besar harus dibatasi karena metabolisme protein menghasilkan urea, senyawa yang harus disaring oleh ginjal. Jika ginjal tidak berfungsi optimal, penumpukan urea dapat mempercepat kerusakan organ.

Penerapan diet ini tidak bersifat mutlak dan harus disesuaikan dengan tahap penyakit ginjal, apakah pasien sedang menjalani dialisis atau belum. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah konsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam atau ahli gizi klinis untuk menyusun rencana makan yang tepat dan individual. Tindakan pencegahan melalui pengelolaan makanan secara bijak dapat membantu memperlambat progresi penyakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya