Kolaborasi Kuliner Indonesia-China Perkuat Pendidikan dan Industri
Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di sektor kuliner terus berkembang melalui pelatihan chef, pendidikan vokasi, dan penjajakan bisnis di bidang pangan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 15.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kerja sama lintas budaya di bidang kuliner antara Indonesia dan Tiongkok menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya dalam bidang pendidikan dan industri makanan. Sebanyak 10 perusahaan dari Tiongkok turut serta dalam festival perdagangan bahan pangan global yang diselenggarakan di Jakarta pada September 2026, menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas jaringan bisnis dan pertukaran teknologi di sektor pangan. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam berbagai lini, termasuk bumbu, mesin pengolahan, makanan kemasan, serta distribusi katering, menciptakan fondasi kerja sama yang lebih dalam.
Pertukaran ilmu dan teknik memasak dilakukan secara langsung melalui program pelatihan di Politeknik Pariwisata Bali. Pada Juni 2026, lebih dari 50 mahasiswa dan dosen mengikuti sesi pembelajaran memasak khas Provinsi Jiangxi, khususnya hidangan Gan, dengan bimbingan langsung dari para chef profesional asal Tiongkok. Para instruktur seperti Deng Dan, Zhu Zhongwei, dan Jin Xin memperkenalkan berbagai hidangan tradisional, termasuk Xiaochao rou dan Sanbeiji, yang kemudian menjadi favorit di kalangan peserta karena rasa yang sesuai dengan selera lokal dan ketersediaan bahan yang mudah didapat.
Keterbatasan bahasa menjadi tantangan utama selama pelatihan, namun komunikasi tetap lancar berkat peran penerjemah yang efektif. Kepala program di Politeknik Pariwisata Bali, Hardina, menekankan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi, mulai dari pengamatan proses memasak hingga praktik langsung. Ia menyebut bahwa pelatihan ini bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga fondasi bagi pengembangan inovasi kuliner berbasis budaya lintas negara.
Perubahan nyata terjadi di fasilitas praktik kampus, yang telah disesuaikan secara signifikan sejak kunjungan pertama delegasi Jiangxi pada 2025. Dapur yang sebelumnya didominasi peralatan untuk masakan Barat kini dilengkapi untuk memasak khas Tiongkok, memudahkan pelaksanaan praktik. Kolaborasi ini diperkuat melalui pendirian kantor perwakilan Asosiasi Promosi Pengembangan Industri Kuliner Gan Jiangxi dan Basis Inkubasi Luar Negeri Masakan Tumis Jiangxi di Bali, yang menjadi pusat pelatihan, pengembangan hidangan, serta promosi kerja sama industri.
Rencana kerja sama berlanjut hingga Januari 2027, ketika delegasi dari Politeknik Pariwisata Bali dijadwalkan melakukan kunjungan balik ke Jiangxi. Harapan besar ditempatkan pada kelanjutan program ini, termasuk pertukaran profesional, pengembangan kurikulum, serta peluang ekspor produk kuliner. Dengan dukungan konsorsium pendidikan kejuruan internasional "Tiangong" yang melibatkan 19 lembaga pendidikan dan 25 perusahaan, kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama regional yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi sektor ketahanan pangan dan kreativitas kuliner nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kopi Hitam dan Pembakaran Lemak: Fakta Ilmiah di Balik Iklan
Kopi hitam dapat meningkatkan metabolisme dan lipolisis, namun manfaatnya terbatas tanpa gaya hidup sehat dan batas konsumsi yang tepat.
4 Oktober 2026

Matcha dan Kopi: Perbandingan Manfaat Kesehatan yang Harus Diketahui
Matcha dan kopi memiliki keunggulan medis berbeda, dengan matcha menawarkan energi stabil dan kesehatan pencernaan lebih baik dibandingkan kopi yang memberi dorongan cepat namun berisiko sampingan.
4 Oktober 2026

Hindari 6 Makanan Ini Saat Haid untuk Kurangi Kram dan Ketidaknyamanan
Konsultasi dengan Kemenkes menyarankan batasi konsumsi makanan tinggi garam, gula, kafein, pedas, daging merah, dan olahan susu saat menstruasi untuk mengurangi gejala tak nyaman.
4 Oktober 2026

Hindari Makanan Ini untuk Lindungi Fungsi Ginjal
Penderita penyakit ginjal harus membatasi konsumsi makanan tinggi natrium, kalium, fosfor, dan protein hewani berlebih untuk mencegah komplikasi serius.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Dua Pria Ditangkap di Toilet Stasiun Manggarai
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.50 WITA

Gubernur DKI Usulkan 4 Ranperda Penguatan BUMD dan Dana Cadangan
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.50 WITA

APBN 2027 Disepakati, Fokus pada Kesejahteraan dan Disiplin Fiskal
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.49 WITA

Lima Personel Gegana Sultra Gabung Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.49 WITA

Mutasi PJU Polri Dicermati sebagai Langkah Penguatan Profesionalisme
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.49 WITA

Indonesia Finish ke-16 di Klasemen Medali Asian Games 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.48 WITA

India Tuntut Pakistan Selidiki Penyeberangan Ilegal
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.47 WITA

Indonesia Raih Lima Emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Minggu, 4 Oktober 2026, 15.47 WITA

