Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mutasi PJU Polri Dicermati sebagai Langkah Penguatan Profesionalisme

Mutasi 88 perwira tinggi dan menengah di Polri dinilai sebagai bentuk peningkatan kapasitas institusi, dengan penempatan berdasarkan latar belakang keahlian masing-masing pejabat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 15.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mutasi PJU Polri Dicermati sebagai Langkah Penguatan Profesionalisme📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Penempatan pejabat utama Mabes Polri dalam mutasi terbaru menuai apresiasi dari kalangan pengamat kepolisian. Menurut analisis, pilihan yang diambil menunjukkan kesesuaian antara kompetensi dan tugas yang diberikan, khususnya pada posisi strategis seperti Kabaintelkam, Kabaharkam, Kabareskrim, dan Kakortastipidkor. Setiap penunjukan didasarkan pada pengalaman profesional dan rekam jejak di bidang masing-masing, yang dianggap krusial untuk mendukung efektivitas operasional institusi.

Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti, yang kini menjabat sebagai Kabaintelkam, dinilai tepat karena memiliki latar belakang kuat di bidang intelijen. Pengalaman bertahun-tahun dalam pengumpulan dan analisis informasi keamanan menjadi modal utama dalam menjalankan tugas yang menuntut kecermatan dan kecepatan respons. Sementara itu, Irjen Pol. Herry Heryawan, dipercaya memimpin Badan Pemelihara Keamanan, karena rekam jejak panjang dalam penegakan hukum dan pengelolaan konflik keamanan di wilayah rawan.

Pengamat juga menyambut baik penunjukan Irjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kabareskrim, mengingat latar belakang reskrim yang mendalam dan pengalaman dalam penanganan kasus kompleks. Di sisi lain, Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi yang menjabat Kakortastipidkor dinilai memiliki kecukupan kapasitas, baik dari sisi hukum maupun pengalaman kepemimpinan wilayah, sehingga mampu menjalankan tugas pemberantasan korupsi secara sistematis dan akuntabel.

Kemudian, penempatan Irjen Pol. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya juga disoroti karena mencerminkan keberhasilan penilaian kompetensi. Dengan pengalaman sebagai Wakapolda Sumut dan Kapolda Maluku—dua wilayah dengan dinamika keamanan tinggi—Dadang dianggap mampu menghadapi tantangan di ibu kota yang kompleks dan dinamis. Penunjukan ini dianggap sebagai bentuk penguatan kapasitas kepemimpinan kewilayahan berbasis kinerja.

Mutasi ini dilakukan sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri, dan mencakup 88 perwira tinggi serta perwira menengah. Keputusan tersebut ditegaskan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, tanggal 2 Oktober 2026, dan menjadi bagian dari upaya percepatan reformasi internal Polri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya