Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Putin Buka Peluang Kembalikan Aset Barat yang Disita

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan mengembalikan aset perusahaan Barat yang disita, asalkan tercipta skenario saling menguntungkan antara Moskow dan negara-negara Barat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Putin Buka Peluang Kembalikan Aset Barat yang Disita📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan kemungkinan pengembalian aset perusahaan asing yang telah disita sejak awal krisis geopolitik, dalam forum diskusi internasional Valdai Discussion Club. Pernyataan ini menjadi isyarat strategis terhadap dinamika ekonomi global yang terus berubah seiring pergeseran kebijakan sanksi dan respons balasan antara Rusia dan negara-negara Barat. Putin menekankan bahwa keputusan tersebut hanya akan berlaku jika kedua pihak mampu menciptakan kondisi yang saling menguntungkan.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung di hadapan para pakar dan tokoh kebijakan global, menandai pergeseran narasi dari penutupan akses ekonomi menuju dialog yang terbuka. Meski belum ada rincian teknis, pengembalian aset ini diproyeksikan menyangkut perusahaan multinasional dari Eropa yang sebelumnya ditempatkan di bawah pengawasan administrasi eksternal oleh pemerintah Rusia.

Putin membantah tudingan bahwa langkah tersebut merupakan nasionalisasi, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan respons proporsional terhadap tindakan sepihak dari sejumlah negara Eropa. Ia menyebut bahwa beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, telah menyita aset-aset besar milik Rusia tanpa prosedur hukum yang jelas, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dalam hubungan ekonomi internasional.

Kebijakan yang diusung kini menunjukkan upaya Rusia untuk membuka ruang negosiasi, sekaligus menekan tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Dengan tetap mempertahankan kontrol atas aset-aset tersebut, Moskow menunjukkan fleksibilitas dalam menjaga stabilitas ekonomi sambil membuka peluang kerja sama yang lebih konstruktif di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya