Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun

Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT City Retail Developments Tbk (NIRO) secara resmi menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan saham pada tujuh entitas anak yang bergerak di bidang properti logistik kepada Nusantara Logistic Investments Pte Ltd. Transaksi ini mencatatkan nilai total sebesar Rp1,3 triliun, menjadi langkah strategis dalam memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan. Hasil dari divestasi ini diperkirakan mampu menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp201 miliar, yang secara langsung menambah kas dan setara kas dari Rp1,2 triliun menjadi Rp2,4 triliun.

Selain peningkatan likuiditas, divestasi ini turut menurunkan beban liabilitas sebesar Rp1,4 triliun dan memperkuat ekuitas perusahaan sebesar Rp204 miliar. Dana hasil penjualan akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas operasional, pendanaan proyek, serta mendukung kebutuhan modal kerja di berbagai lini bisnis. Langkah ini menunjukkan komitmen NIRO dalam menata ulang portofolio aset demi menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan, kepemilikan, dan pengelolaan pusat perbelanjaan berbasis sewa ini memiliki jaringan mall strategis seperti Cirebon CSB Mall, The Park Solo, serta Citimalls yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Di samping itu, NIRO juga memiliki entitas anak yang mengelola properti komersial dan hotel bintang lima, menjadikan struktur grupnya kompleks dengan lebih dari 70 perusahaan anak yang menopang diversifikasi aset.

Kepemilikan saham NIRO didominasi oleh PT Mega Inti Perdana Utama dengan porsi 75,25%, yang menjadi pemegang saham pengendali. Minat institusional juga terlihat dari keberadaan empat reksa dana yang dikelola oleh dua manajer investasi berbeda—Sucorinvest dan Capital Asset Management—dengan total kepemilikan mencapai 6,90%. Sementara itu, porsi saham yang diperdagangkan secara publik hanya 9,91%, menunjukkan tingkat likuiditas yang relatif rendah dan potensi volatilitas harga yang lebih tinggi jika terjadi pergerakan modal besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya