NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT City Retail Developments Tbk (NIRO) secara resmi menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan saham pada tujuh entitas anak yang bergerak di bidang properti logistik kepada Nusantara Logistic Investments Pte Ltd. Transaksi ini mencatatkan nilai total sebesar Rp1,3 triliun, menjadi langkah strategis dalam memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan. Hasil dari divestasi ini diperkirakan mampu menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp201 miliar, yang secara langsung menambah kas dan setara kas dari Rp1,2 triliun menjadi Rp2,4 triliun.
Selain peningkatan likuiditas, divestasi ini turut menurunkan beban liabilitas sebesar Rp1,4 triliun dan memperkuat ekuitas perusahaan sebesar Rp204 miliar. Dana hasil penjualan akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas operasional, pendanaan proyek, serta mendukung kebutuhan modal kerja di berbagai lini bisnis. Langkah ini menunjukkan komitmen NIRO dalam menata ulang portofolio aset demi menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.
Perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan, kepemilikan, dan pengelolaan pusat perbelanjaan berbasis sewa ini memiliki jaringan mall strategis seperti Cirebon CSB Mall, The Park Solo, serta Citimalls yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Di samping itu, NIRO juga memiliki entitas anak yang mengelola properti komersial dan hotel bintang lima, menjadikan struktur grupnya kompleks dengan lebih dari 70 perusahaan anak yang menopang diversifikasi aset.
Kepemilikan saham NIRO didominasi oleh PT Mega Inti Perdana Utama dengan porsi 75,25%, yang menjadi pemegang saham pengendali. Minat institusional juga terlihat dari keberadaan empat reksa dana yang dikelola oleh dua manajer investasi berbeda—Sucorinvest dan Capital Asset Management—dengan total kepemilikan mencapai 6,90%. Sementara itu, porsi saham yang diperdagangkan secara publik hanya 9,91%, menunjukkan tingkat likuiditas yang relatif rendah dan potensi volatilitas harga yang lebih tinggi jika terjadi pergerakan modal besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Pemerintah kini mempertimbangkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi Jabodetabek, sambil menyusun rencana jangka panjang pemenuhan armada secara domestik.
4 Oktober 2026

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Indeks Harga Saham Gabungan turun 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70 pada penutupan sesi pertama hari ini, dipengaruhi tekanan jual dan koreksi sektor teknologi.
4 Oktober 2026

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
4 Oktober 2026

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Perseroan menunda pembagian dividen interim Rp1,47 triliun dari Oktober ke November 2026 sesuai laporan keuangan per 30 September.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

BEI Ungkap Konsentrasi Saham BIKE Capai 93,08%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

AADI Selesaikan Penjualan Kestrel, Raup Rp14,5 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.14 WITA

IPO Perusahaan Turun Tajam di 2026, OJK Soroti Kualitas Informasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.13 WITA

