Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IPO Perusahaan Turun Tajam di 2026, OJK Soroti Kualitas Informasi

Hingga Agustus 2026, jumlah perusahaan yang go public di BEI hanya tujuh, dengan penghimpunan dana Rp2,16 triliun, menurun drastis dibanding tahun lalu, seiring faktor global dan kualitas keterbukaan informasi yang belum memadai.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IPO Perusahaan Turun Tajam di 2026, OJK Soroti Kualitas Informasi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aktivitas pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester pertama 2026 menunjukkan tren penurunan signifikan. Hingga akhir Agustus, hanya tujuh perusahaan yang berhasil melakukan penawaran umum perdana (IPO), jauh di bawah capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun, turun lebih dari 79 persen dibandingkan Rp10,39 triliun pada Januari–Agustus 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut penurunan ini dipengaruhi kondisi pasar global yang dinamis, termasuk ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi keputusan perusahaan untuk melantai di bursa. Faktor tersebut memengaruhi timing dan kesiapan perusahaan dalam menjalankan IPO, sekaligus menekan minat pelaku pasar.

Meski realisasi IPO menurun, OJK mencatat masih terdapat tujuh perusahaan dalam proses pipeline hingga 6 September 2026, dengan potensi penghimpunan dana hingga Rp4,02 triliun. Namun, sejumlah rencana belum disetujui karena perlu peningkatan kualitas keterbukaan informasi. OJK menekankan bahwa kualitas dan kesiapan calon emiten menjadi prioritas utama, bukan sekadar jumlah pencatatan saham.

Rata-rata dana yang dihimpun per emiten juga menurun, dari Rp471,91 miliar pada 2025 menjadi Rp308,76 miliar pada 2026, atau turun 34,6 persen. OJK tetap berkomitmen mencapai target penghimpunan dana pasar modal sebesar Rp250 triliun pada 2026, yang hingga 6 September telah tercapai sekitar Rp148,3 triliun. Upaya penguatan kualitas dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan di berbagai daerah untuk mendukung kesiapan perusahaan go public.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya