IPO Perusahaan Turun Tajam di 2026, OJK Soroti Kualitas Informasi
Hingga Agustus 2026, jumlah perusahaan yang go public di BEI hanya tujuh, dengan penghimpunan dana Rp2,16 triliun, menurun drastis dibanding tahun lalu, seiring faktor global dan kualitas keterbukaan informasi yang belum memadai.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Aktivitas pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester pertama 2026 menunjukkan tren penurunan signifikan. Hingga akhir Agustus, hanya tujuh perusahaan yang berhasil melakukan penawaran umum perdana (IPO), jauh di bawah capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun, turun lebih dari 79 persen dibandingkan Rp10,39 triliun pada Januari–Agustus 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut penurunan ini dipengaruhi kondisi pasar global yang dinamis, termasuk ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi keputusan perusahaan untuk melantai di bursa. Faktor tersebut memengaruhi timing dan kesiapan perusahaan dalam menjalankan IPO, sekaligus menekan minat pelaku pasar.
Meski realisasi IPO menurun, OJK mencatat masih terdapat tujuh perusahaan dalam proses pipeline hingga 6 September 2026, dengan potensi penghimpunan dana hingga Rp4,02 triliun. Namun, sejumlah rencana belum disetujui karena perlu peningkatan kualitas keterbukaan informasi. OJK menekankan bahwa kualitas dan kesiapan calon emiten menjadi prioritas utama, bukan sekadar jumlah pencatatan saham.
Rata-rata dana yang dihimpun per emiten juga menurun, dari Rp471,91 miliar pada 2025 menjadi Rp308,76 miliar pada 2026, atau turun 34,6 persen. OJK tetap berkomitmen mencapai target penghimpunan dana pasar modal sebesar Rp250 triliun pada 2026, yang hingga 6 September telah tercapai sekitar Rp148,3 triliun. Upaya penguatan kualitas dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan di berbagai daerah untuk mendukung kesiapan perusahaan go public.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Pemerintah kini mempertimbangkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi Jabodetabek, sambil menyusun rencana jangka panjang pemenuhan armada secara domestik.
4 Oktober 2026

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Indeks Harga Saham Gabungan turun 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70 pada penutupan sesi pertama hari ini, dipengaruhi tekanan jual dan koreksi sektor teknologi.
4 Oktober 2026

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
4 Oktober 2026

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

BEI Ungkap Konsentrasi Saham BIKE Capai 93,08%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

AADI Selesaikan Penjualan Kestrel, Raup Rp14,5 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.14 WITA

