Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026

Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dalam kinerja keuangan pada semester pertama tahun 2026, dengan laba bersih sebesar Rp10 miliar, meningkat 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh peningkatan pendapatan bersih mencapai Rp648 miliar, tumbuh 56% dari tahun sebelumnya, yang berasal dari ekspansi pasar kendaraan listrik komersial dan kontribusi positif dari segmen manufaktur suku cadang. Pertumbuhan tersebut mencerminkan respons kuat terhadap permintaan yang terus meningkat di sektor logistik, transportasi publik, serta kegiatan industri dan pertambangan.

Perbaikan profitabilitas turut tercermin dari kenaikan laba usaha yang mencapai Rp15 miliar, naik drastis 1.782% secara year-on-year. Peningkatan ini didorong oleh efisiensi operasional dan pemulihan yang berkelanjutan di industri otomotif nasional. Dari sisi struktur keuangan, total aset perusahaan hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp1,817 triliun, dengan liabilitas Rp561 miliar dan ekuitas Rp1,256 triliun, yang memberikan fondasi kuat bagi ekspansi bisnis dan investasi jangka panjang.

Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja mencerminkan transformasi pasar yang semakin mengakui nilai kendaraan listrik komersial dalam berbagai sektor operasional. Menurutnya, adopsi kendaraan listrik kini tidak lagi terbatas pada ketersediaan produk, tetapi juga pada kemudahan akses dan skalabilitas bagi pelaku usaha. Untuk menjawab dinamika ini, perusahaan mulai memperkuat strategi dengan mengembangkan model Electric Mobility-as-a-Service (e-MaaS).

Model e-MaaS dirancang untuk mengubah pola pengeluaran dari modal besar (CAPEX) menjadi biaya operasional (OPEX), sehingga memberikan fleksibilitas keuangan lebih besar, mengurangi risiko pendanaan, serta memungkinkan perencanaan anggaran yang lebih stabil dan terukur. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya VKTR untuk menjadi mitra strategis dalam percepatan transisi energi di sektor mobilitas komersial di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya