Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Pemerintah kini mempertimbangkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi Jabodetabek, sambil menyusun rencana jangka panjang pemenuhan armada secara domestik.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah mengkaji secara mendalam rencana impor 23 rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang, yang kini memasuki tahap pembahasan lintas kementerian. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa keputusan ini bukan sekadar respons terhadap kekurangan armada, melainkan bagian dari strategi menyelaraskan kebutuhan operasional dengan kapasitas industri dalam negeri. Pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek pada semester pertama 2026 mencatat kenaikan 11,3% dibanding tahun sebelumnya, dengan rata-rata pengguna mencapai 1,1 juta per hari dan sempat menyentuh 1,3 juta pada puncak arus mudik.
Sejumlah armada KRL yang digunakan saat ini telah berusia lebih dari empat dekade, menimbulkan kekhawatiran terhadap keandalan dan keselamatan operasional. Dalam forum Lokakarya Forwahub, Dudy menyatakan pentingnya menyusun roadmap jangka panjang yang mencakup pengadaan domestik maupun impor, dengan pertimbangan menyeluruh terhadap kelayakan teknis, regulasi, dan keberlanjutan sistem transportasi. Sebelumnya, Komisi VI DPR RI telah menyetujui usulan KAI terkait pengadaan 23 trainset, terdiri dari tujuh unit berformasi 12 kereta dan 16 unit dengan formasi delapan kereta.
Pengadaan KRL bekas dipandang sebagai solusi transisi guna mengisi kekosongan armada dalam waktu dekat, mengingat produksi dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan. KAI memperkirakan setiap rangkaian bekas dapat beroperasi hingga sekitar 10 tahun, memberi waktu bagi industri dalam negeri—khususnya PT Industri Kereta Api (INKA)—untuk meningkatkan kapasitas produksi. Namun, keberhasilan ini dipengaruhi oleh catatan sebelumnya, termasuk kasus recall terhadap sejumlah produk KRL INKA, yang memicu evaluasi ulang terhadap kemampuan manufaktur nasional.
Pembahasan tidak hanya melibatkan Kementerian Perhubungan, tetapi juga Kementerian Perdagangan, Perindustrian, BUMN seperti Danantara, serta lembaga terkait lainnya. Fokus utama adalah memastikan kebijakan yang diambil tidak bersifat sementara atau tambal sulam, melainkan bagian dari strategi sistemik dalam pengadaan KRL jangka panjang. Dudy menegaskan bahwa keamanan dan kelayakan operasional kereta menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat dan operator.
Pemerintah berharap keputusan ini menjadi titik tolak terbentuknya ekosistem produksi kereta api yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu menjawab dinamika pertumbuhan penumpang secara berkelanjutan. Proses koordinasi lintas sektor diharapkan menghasilkan kebijakan yang seimbang antara kebutuhan mendesak dan pembangunan kapasitas industri nasional dalam skala besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Indeks Harga Saham Gabungan turun 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70 pada penutupan sesi pertama hari ini, dipengaruhi tekanan jual dan koreksi sektor teknologi.
4 Oktober 2026

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
4 Oktober 2026

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
4 Oktober 2026

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Perseroan menunda pembagian dividen interim Rp1,47 triliun dari Oktober ke November 2026 sesuai laporan keuangan per 30 September.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

BEI Ungkap Konsentrasi Saham BIKE Capai 93,08%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

AADI Selesaikan Penjualan Kestrel, Raup Rp14,5 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.14 WITA

IPO Perusahaan Turun Tajam di 2026, OJK Soroti Kualitas Informasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.13 WITA

