Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Ratusan aktivis dan mahasiswa di Mumbai serta New Delhi menggelar demonstrasi menuntut pengunduran diri Ketua KPU India, Gyanesh Kumar, atas revisi daftar pemilih yang dianggap merugikan keadilan demokrasi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ratusan demonstran dari kelompok Cockroach Janta Party (CJP) dan koalisi aktivis muda serta mahasiswa menggelar aksi di kawasan Mumbai pada Jumat (2/10/2026), menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar. Aksi tersebut merupakan respons terhadap kebijakan revisi daftar pemilih yang dinilai memihak kepada Partai Bharatiya Janata (BJP), yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi. Demonstran menekankan bahwa proses pemutakhiran data pemilih harus transparan dan netral demi menjaga integritas pemilu.
Aksi serupa juga digelar di Jantar Mantar, New Delhi, di mana massa dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil menyerukan reformasi sistem pemilu. Polisi menanggapi dengan tindakan pengamanan ketat, termasuk membubarkan kerumunan dan menaikkan paksa sejumlah mahasiswa ke dalam bus pengangkut. Beberapa stasiun metro di dekat lokasi aksi ditutup sementara, dan petugas mengimbau kerumunan tidak melebihi lima orang untuk mencegah keributan.
Kekuatan pengamanan diperketat dengan penempatan ratusan personel polisi dan pasukan paramiliter di sekitar area protes. Salah satu peserta aksi, mahasiswa asal Kerala bernama Pranav, menyatakan bahwa aksi ini bukan sekadar protes, melainkan upaya menyelamatkan sistem demokrasi yang dinilai mulai terancam oleh praktik yang tidak adil dalam proses pemilu. Ia menegaskan bahwa partisipasi rakyat harus dilindungi, bukan ditekan.
Tuntutan terhadap Gyanesh Kumar muncul sebagai bagian dari eskalasi lebih luas terhadap Komisi Pemilihan Umum India, yang diduga melakukan manipulasi dalam revisi daftar pemilih untuk memperkuat posisi BJP. Kelompok pengunjuk rasa menilai kebijakan tersebut merusak prinsip keadilan dan keterbukaan dalam proses demokrasi. Mereka menuntut transparansi, audit independen, serta penggantian kepemimpinan komisi yang dianggap tidak netral.
Pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum menolak tudingan tersebut, menyatakan bahwa proses revisi dilakukan secara teknis dan sesuai peraturan. Namun, kritik terus mengalir dari berbagai kalangan yang mempertanyakan independensi institusi pemilu di tengah dinamika politik yang intens. Aksi yang digelar di dua kota besar ini menunjukkan semakin kuatnya gerakan rakyat dalam menuntut akuntabilitas dan keadilan dalam sistem demokrasi India.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Setelah pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden, jumlah pejabat di lingkaran pemerintahan Prabowo mencapai 166 orang, mencakup kabinet, penasihat, dan struktur khusus.
4 Oktober 2026

Bahlil: Fokus Kerja Hari Ini, Belum Tentukan Struktur Koordinasi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kesiapannya menjalankan tugas sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dengan kerja setiap hari, meski belum mengetahui struktur kementerian yang di bawah koordinasinya.
4 Oktober 2026

Sarmuji Resmi Jabat Menperin, Mundur dari DPR
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan mundur dari DPR setelah dilantik, fokus pada peran eksekutif dan koordinasi lintas kementerian untuk percepatan industri nasional.
4 Oktober 2026

Kemenhub Larang Truk ODOL Beli Tiket Kapal Lewat Aplikasi
Kemenhub siap menerapkan larangan truk kelebihan muatan membeli tiket kapal penyeberangan secara daring di sejumlah titik strategis.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

