Harga Beras Melonjak Imbas El Nino di September 2026
Kenaikan harga beras pada September 2026 dipicu penurunan produksi akibat dampak El Nino yang memengaruhi luas panen padi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga beras di seluruh rantai distribusi mengalami kenaikan signifikan pada bulan September 2026, dengan kenaikan tercatat di tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,81 persen di tingkat penggilingan, sementara secara tahunan melonjak 6,04 persen. Kenaikan ini mencerminkan tekanan inflasi yang semakin kuat pada komoditas pangan utama nasional.
Berdasarkan kualitas, beras premium mengalami kenaikan tahunan sebesar 10,52 persen, sedangkan beras medium naik 4,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tingkat grosir, inflasi beras tercatat 4,93 persen secara tahunan, sedangkan di tingkat eceran mencapai 3,73 persen per tahun. Kenaikan harga ini tidak terjadi secara terpisah, melainkan merupakan dampak dari tekanan pasokan yang terus mengalami penurunan.
Faktor utama yang mendorong penurunan produksi adalah kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino. Hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada Agustus 2026 menunjukkan hanya 28,07 persen luas lahan padi berada dalam fase pertanaman aktif, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata normal di periode serupa. Kondisi ini menandakan gangguan serius terhadap siklus budidaya padi yang berpotensi berlangsung hingga awal 2027.
Dengan demikian, perlu adanya perhatian serius terhadap dampak jangka panjang El Nino terhadap stabilitas harga pangan, khususnya beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Upaya antisipatif dari pemerintah dan sektor pertanian harus diperkuat untuk menjaga ketersediaan stok dan mencegah lonjakan harga yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Pemerintah kini mempertimbangkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi Jabodetabek, sambil menyusun rencana jangka panjang pemenuhan armada secara domestik.
4 Oktober 2026

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Indeks Harga Saham Gabungan turun 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70 pada penutupan sesi pertama hari ini, dipengaruhi tekanan jual dan koreksi sektor teknologi.
4 Oktober 2026

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
4 Oktober 2026

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

BEI Ungkap Konsentrasi Saham BIKE Capai 93,08%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

AADI Selesaikan Penjualan Kestrel, Raup Rp14,5 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.14 WITA

