AADI Selesaikan Penjualan Kestrel, Raup Rp14,5 Triliun
Penjualan 47,99% saham Kestrel ke Yancoal tuntas pada 1 Oktober 2026, hasilkan Rp14,5 triliun sebelum pajak dan dukung transformasi bisnis di Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) secara resmi menyelesaikan transaksi penjualan seluruh kepemilikan saham dan waran di Kestrel Coal Group Pty Ltd kepada Yancoal Australia Limited. Proses penutupan dilakukan pada 1 Oktober 2026, sesuai waktu Melbourne, setelah semua syarat dalam perjanjian pembelian (SPA) tanggal 14 April 2026 terpenuhi. Transaksi ini dilakukan melalui entitas anak, Adaro Capital Limited (ACL), yang 90% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh AADI.
Sebanyak 720.385.220 saham biasa ACL di Kestrel, setara dengan 47,99% kepemilikan, serta seluruh waran yang melekat, menjadi objek transaksi. Setelah penyelesaian, Yancoal kini memiliki 100% saham Kestrel. Nilai transaksi yang diterima ACL sebelum pajak mencapai US$814,12 juta atau sekitar Rp14,57 triliun, dengan asumsi nilai tukar Rp17.900 per dolar AS. Setelah pemotongan pajak, pendapatan bersih mencapai US$734,83 juta atau sekitar Rp13,15 triliun.
Selain itu, ACL dan para penjual lain yang tidak terafiliasi berpotensi menerima pembayaran tambahan bertahap hingga maksimal US$550 juta (setara Rp9,85 triliun) dalam lima tahun ke depan, tergantung pada pencapaian tingkat harga batu bara kokas metalurgi Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia (PLVHA00) di atas ambang batas tertentu tiap tahun. Manajemen AADI menyatakan bahwa transaksi ini mendukung strategi perusahaan dalam memperkuat struktur modal, melunasi sebagian pinjaman, serta mempercepat pengembangan bisnis di dalam negeri dan pembayaran dividen.
Transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material sesuai Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 karena nilainya melebihi 20% tetapi tidak melebihi 50% dari ekuitas AADI, sehingga tidak wajib mendapat persetujuan RUPS. Dewan Komisaris dan Direksi menegaskan bahwa transaksi bukan merupakan afiliasi atau benturan kepentingan, serta tidak mengganggu kelangsungan operasional perusahaan. Penilaian independen oleh KJPP Desmar, Susanto, Salman dan Rekan menunjukkan nilai pasar 100% ekuitas Kestrel per 30 Juni 2026 sebesar US$1,62 miliar (Rp29,09 triliun) berdasarkan metode Adjusted Book Value.
Berdasarkan laporan keuangan Kestrel per 30 Juni 2026, perusahaan mencatat total aset US$2,24 miliar (Rp40,05 triliun) dan ekuitas US$1,53 miliar (Rp27,42 triliun). Pendapatan usaha mencapai US$410,49 juta (Rp7,35 triliun), sementara laba periode berjalan sebesar US$26,88 juta (Rp481,08 miliar). Secara proforma, laba usaha konsolidasi AADI untuk periode enam bulan berakhir 30 Juni 2026 naik dari US$666,54 juta (Rp11,93 triliun) menjadi US$744,95 juta (Rp13,33 triliun). Laba periode berjalan proforma sedikit menurun dari US$524,43 juta (Rp9,39 triliun) menjadi US$523,55 juta (Rp9,37 triliun) akibat biaya dan pajak terkait transaksi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Pemerintah kini mempertimbangkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi Jabodetabek, sambil menyusun rencana jangka panjang pemenuhan armada secara domestik.
4 Oktober 2026

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Indeks Harga Saham Gabungan turun 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70 pada penutupan sesi pertama hari ini, dipengaruhi tekanan jual dan koreksi sektor teknologi.
4 Oktober 2026

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
4 Oktober 2026

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

BEI Ungkap Konsentrasi Saham BIKE Capai 93,08%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

IPO Perusahaan Turun Tajam di 2026, OJK Soroti Kualitas Informasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.13 WITA

