Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Bank Mandiri resmi menerbitkan obligasi perpetual senilai US$750 juta yang telah disetujui OJK sebagai komponen modal inti tambahan untuk mendukung stabilitas dan ekspansi bisnis.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Mandiri telah menyelesaikan penerbitan obligasi perpetual senilai 750 juta dolar AS, yang secara resmi telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dicatat sebagai komponen Modal Inti Tambahan (Additional Tier-1) di Bursa Efek Indonesia. Penerbitan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur permodalan perseroan, menjaga kualitas aset, dan memastikan kesiapan finansial dalam mendukung pertumbuhan operasional serta ekspansi bisnis di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Dana hasil emisi tersebut akan dialokasikan secara khusus untuk memperkuat rasio permodalan, menopang kegiatan kredit, dan memperkuat posisi likuiditas perusahaan. Penerbitan ini dilakukan tanpa melalui penawaran umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, termasuk perubahan terkini melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Dengan demikian, kegiatan ini tidak termasuk dalam kategori penawaran umum efek utang sesuai POJK Nomor 30/POJK.04/2019.
Manajemen menegaskan bahwa nilai penerbitan obligasi perpetual tersebut berada di bawah ambang batas 20 persen dari total ekuitas perseroan, berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026. Hal ini menunjukkan bahwa emisi dilakukan dalam kerangka pengelolaan modal yang proporsional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, tanpa menimbulkan risiko keuangan signifikan bagi pemegang saham dan kreditor.
Penetapan ini juga mencerminkan komitmen Bank Mandiri dalam menjaga kesehatan neraca dan memperkuat posisi sebagai salah satu bank nasional terkemuka di Indonesia. Dengan struktur modal yang lebih solid, perseroan siap menghadapi berbagai tantangan eksternal dan mempercepat transformasi digital serta inklusi keuangan di wilayah operasionalnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Pemerintah kini mempertimbangkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi Jabodetabek, sambil menyusun rencana jangka panjang pemenuhan armada secara domestik.
4 Oktober 2026

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Indeks Harga Saham Gabungan turun 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70 pada penutupan sesi pertama hari ini, dipengaruhi tekanan jual dan koreksi sektor teknologi.
4 Oktober 2026

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
4 Oktober 2026

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

BEI Ungkap Konsentrasi Saham BIKE Capai 93,08%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

AADI Selesaikan Penjualan Kestrel, Raup Rp14,5 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.14 WITA

IPO Perusahaan Turun Tajam di 2026, OJK Soroti Kualitas Informasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.13 WITA

