IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Indeks Harga Saham Gabungan turun 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70 pada penutupan sesi pertama hari ini, dipengaruhi tekanan jual dan koreksi sektor teknologi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada sesi perdagangan pertama hari ini, Kamis (1/10/2026), dengan penurunan sebesar 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70. Pergerakan ini terjadi meski pada awal sesi indeks sempat menguat dan mencapai puncak harian di 6.095,23. Namun, dominasi penjualan membuat indeks kembali melemah, menembus ambang 6.030 dan sempat menyentuh titik terendah harian di 6.018,79 sebelum stabil di kisaran 6.020–6.030 menjelang waktu penutupan sesi pertama.
Volume perdagangan mencapai sekitar 192,65 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp4,9 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski bergerak dalam tekanan. Pelemahan indeks didorong oleh penurunan signifikan pada sektor teknologi yang turun 1,9%, disusul utilities sebesar 1,7% dan konsumer kritikal dengan penurunan 1,6%. Beberapa emiten besar menjadi pemicu penurunan, termasuk GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), DCI Indonesia (DCII), Telkom (TLKM), United Tractors (UNTR), dan Amman Mineral (AMMN).
Di sisi lain, beberapa emiten berhasil menahan koreksi pasar, menjadi penopang utama IHSG. PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Energi Mega Persada (ENRG), VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), Adaro Andalan Indonesia (AADI), dan Golden Energy Mines (GEMS) menjadi saham-saham yang mampu bertahan atau bahkan menguat dalam kondisi pasar yang menekan. Pergerakan ini mencerminkan perbedaan sentimen antar sektor dan kapitalisasi pasar.
Pelaku pasar dalam negeri memantau berbagai data ekonomi penting hari ini, termasuk rilis PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan data inflasi. Di sisi global, volatilitas pasar tetap tinggi akibat ketegangan geopolitik yang masih berlanjut. Meski demikian, sentimen positif dari penguatan sektor manufaktur di China dan inflasi PCE AS yang lebih rendah dari perkiraan, serta revisi naik pertumbuhan ekonomi AS, memberi ruang bagi koreksi jangka pendek.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Pemerintah kini mempertimbangkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi Jabodetabek, sambil menyusun rencana jangka panjang pemenuhan armada secara domestik.
4 Oktober 2026

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
4 Oktober 2026

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
4 Oktober 2026

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Perseroan menunda pembagian dividen interim Rp1,47 triliun dari Oktober ke November 2026 sesuai laporan keuangan per 30 September.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

BEI Ungkap Konsentrasi Saham BIKE Capai 93,08%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

AADI Selesaikan Penjualan Kestrel, Raup Rp14,5 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.14 WITA

IPO Perusahaan Turun Tajam di 2026, OJK Soroti Kualitas Informasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.13 WITA

