Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Nyaris Sentuh 6.000 Usai Reshuffle Kabinet

Indeks saham turun signifikan ke level 5.973 akibat volatilitas pasca reshuffle kabinet, disertai aksi jual asing besar-besaran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Nyaris Sentuh 6.000 Usai Reshuffle Kabinet📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan siang ini, Kamis (1/10/2026), menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Hingga pukul 15.00 WIB, indeks tercatat turun 1,61% atau 98 poin ke posisi 5.973,16, mencatat penurunan terbesar sejak 10 Juli 2026. Pergerakan ini terjadi dalam konteks perubahan struktur kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, memicu ketidakpastian pasar. Rentang pergerakan IHSG tercatat antara 5.973 hingga 6.095, menunjukkan tingkat volatilitas tinggi di tengah transaksi aktif. Total volume perdagangan mencapai 269,81 juta lot dengan nilai transaksi Rp8,01 triliun, terjadi sebanyak 1,31 juta kali transaksi.

Sektor barang baku menjadi penyumbang utama penurunan dengan penurunan 2,72%, diikuti sektor konsumer non primer yang turun 2,55% dan utilitas yang anjlok 2,31%. Beberapa saham pemberat yang menekan indeks antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), PT Bumi Resources Minerals (BRMS), dan PT DCI Indonesia (DCII). Aksi jual asing tercatat mencapai Rp204,30 miliar pada sesi pertama, menunjukkan ketidakpercayaan investor asing terhadap dinamika kebijakan pemerintah pasca-reshuffle.

Pembelian asing mencapai Rp1,70 triliun, tetapi lebih banyak menjual dengan total penjualan Rp1,90 triliun. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain GOTO dengan net sell Rp62,77 miliar dan volume 2,24 miliar saham, disusul Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dengan Rp29,52 miliar dan AMMN senilai Rp24,55 miliar. BBRI juga mengalami penjualan bersih asing sebesar Rp19,80 miliar, sementara Merdeka Copper Gold (MDKA) mencatat penjualan bersih Rp19,54 miliar. Aksi ini mencerminkan konservatifnya investor asing terhadap sektor keuangan dan pertambangan.

Pelaku pasar domestik mengamati berbagai isu eksternal dan internal. Di tingkat domestik, fokus tertuju pada rilis data PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, serta perubahan kabinet yang mencakup pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Sementara itu, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjabat Kapolri baru. Bahlil Lahadalia kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi. Di sisi lain, sentimen global seperti perkembangan konflik di wilayah kritis, penguatan manufaktur China, inflasi PCE AS yang lebih rendah dari perkiraan, serta revisi naik pertumbuhan ekonomi AS, turut memengaruhi sentimen pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya