Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kompolnas Soroti Pelayanan Publik Jadi Fokus Utama Kapolri Baru

Kompolnas menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik sebagai tantangan utama bagi jajaran Polri di bawah kepemimpinan Kapolri baru, dengan fokus pada respons cepat dan kedekatan institusi dengan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 15.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kompolnas Soroti Pelayanan Publik Jadi Fokus Utama Kapolri Baru📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti pelayanan publik sebagai prioritas utama yang harus segera dijawab oleh jajaran Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Menurut anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam, keberhasilan institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ditentukan oleh sejauh mana polisi mampu hadir secara nyata dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan perlunya membangun budaya rendah hati dan inklusif dalam setiap interaksi dengan warga.

Anam menegaskan bahwa visi “Polri Bersama Masyarakat” yang diusung oleh Kapolri baru harus diwujudkan melalui langkah konkret, bukan sekadar retorika. Salah satu bentuk nyatanya adalah memperkuat mekanisme respons cepat, khususnya melalui digitalisasi sistem pengaduan. Ia menyebut bahwa fondasi ini telah dibangun sejak era Kapolri sebelumnya dan kini perlu ditingkatkan secara signifikan. Termasuk dalam proses penanganan pengaduan yang kini sudah mencakup unit internal seperti Propam.

Dalam konteks kepemimpinan baru, Kompolnas menilai mutasi dan rotasi 88 perwira tinggi dan menengah yang dilakukan sehari setelah jabatan Kapolri dilantik sebagai bagian dari upaya menata struktur organisasi. Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru, termasuk 14 posisi pejabat utama di Mabes Polri dan 19 jabatan kapolda. Langkah ini dianggap sebagai bentuk seleksi berbasis kapasitas dan kesiapan menjalankan visi organisasi ke depan.

Anam menilai bahwa pemilihan personel baru tersebut didasarkan pada pertimbangan strategis, dengan memastikan bahwa setiap pejabat yang ditunjuk memiliki rekam jejak sesuai dengan target transformasi Polri. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi institusi akan tergantung pada kemampuan Kapolri dalam memilih tim yang kompeten dan berkomitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas pelayanan.

Peningkatan pelayanan publik, menurutnya, bukan hanya soal kinerja teknis, tetapi juga budaya organisasi yang mengedepankan akuntabilitas dan kehadiran yang merakyat. Dengan demikian, Polri di era baru diharapkan mampu menjadi mitra strategis masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkeadilan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya