Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Rusak Rumah dan Sekolah

Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kodi, Sumba Barat Daya, menyebabkan kerusakan pada dua rumah warga dan satu sekolah, serta melukai satu orang secara ringan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Rusak Rumah dan Sekolah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada hari Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 05.55 WIB. Pusat gempa berlokasi 14 kilometer barat daya Kodi, tepatnya pada koordinat 9,70 LS dan 118,92 BT, dengan kedalaman yang tidak menimbulkan ancaman tsunami. Peristiwa ini menimbulkan getaran yang dirasakan hingga skala IV hingga VI pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di sejumlah desa, termasuk wilayah Perokonda.

Dalam laporan resmi, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, terutama di kawasan Perokonda. Dua rumah warga mengalami kerusakan struktural ringan hingga sedang, sementara satu sekolah, yaitu SD Islam, juga mengalami kerusakan pada dinding dan plafon. Guncangan yang terasa cukup kuat menyebabkan banyak warga panik, sebagian besar berlarian keluar rumah untuk menghindari risiko lebih besar.

Menurut pernyataan Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, kerusakan yang terjadi dikategorikan sedang. Selain kerusakan fisik, satu warga mengalami luka ringan akibat jatuh saat berlarian. Kondisi ini terjadi karena getaran yang cukup kuat hingga skala VI MMI, di mana dinding berderak, plester mengelupas, dan benda di dalam rumah bergerak hingga jatuh.

Kegiatan sehari-hari di wilayah terdampak sempat terganggu pasca-gempa, namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa. BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami, sehingga masyarakat dianjurkan tetap tenang dan melakukan pemantauan lebih lanjut. Pemerintah daerah setempat telah mulai mengevaluasi kerusakan dan mempertimbangkan langkah pemulihan fasilitas umum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya