Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Puncak Militer Asia Tenggara Menurut Peringkat Global

Berdasarkan pemeringkatan Global Firepower 2026, Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara dengan kekuatan militer terkuat di Asia Tenggara dan peringkat ke-13 secara global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Indonesia Puncak Militer Asia Tenggara Menurut Peringkat Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia berhasil meraih posisi terdepan dalam peringkat kekuatan militer di kawasan Asia Tenggara menurut laporan terbaru Global Firepower (GFP) tahun 2026. Dalam evaluasi menyeluruh terhadap 145 negara, Indonesia berada di peringkat ke-13 dunia dengan skor PowerIndex sebesar 0,2582, menempatkan negara ini di atas Pakistan dan Israel, serta sedikit di bawah Jerman. Kinerja ini mencerminkan keseimbangan yang kuat dalam berbagai aspek pertahanan, termasuk jumlah personel, kapasitas angkatan laut, serta keberadaan sumber daya alam dan logistik.

Kekuatan utama Indonesia terlihat jelas dari dominasi armada lautnya. Dengan total 338 unit kapal, termasuk fregat, korvet, kapal selam, kapal patroli, dan kapal penyapu ranjau, Indonesia memiliki armada terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat kelima dunia dalam jumlah kapal. Jika dihitung berdasarkan tonase, total kapal mencapai 324.754 ton, menjadikannya negara dengan kapasitas laut terbesar ke-11 secara global. Kondisi geografis sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan luas menjadi dasar strategis utama dari peningkatan kapasitas maritim ini.

Di sektor personel, Indonesia mengungguli tetangga dengan jumlah total aktif dan cadangan yang signifikan. Secara keseluruhan, negara ini memiliki sekitar 404.500 personel aktif, 401.000 personel cadangan, serta 250.000 personel paramiliter, menjadikan total kekuatan militer dan paramiliter mencapai lebih dari satu juta orang. Meski jumlah jet tempur masih kalah dari Singapura (41 unit), Indonesia unggul dalam jumlah kendaraan darat dan keberadaan armada patroli yang luas. Sementara itu, Vietnam dan Thailand menonjol pada sektor cadangan dan pesawat tempur, dengan Vietnam memiliki 5 juta personel cadangan dan Thailand memiliki 496 pesawat militer.

Dari sisi anggaran, Indonesia mengalokasikan dana pertahanan sebesar US$11,16 miliar, menempatkan negara ini sebagai pemimpin anggaran kedua terbesar di Asia Tenggara, hanya kalah dari Singapura yang mencatatkan anggaran sebesar US$18 miliar. Kemampuan ekonomi, sumber daya alam, serta jaringan logistik yang luas turut memperkuat posisi strategis Indonesia dalam peringkat GFP. Secara keseluruhan, Indonesia dinilai memiliki kekuatan militer paling seimbang di kawasan, dengan keunggulan khusus pada sektor laut dan personel, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap kemandirian pertahanan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya