Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

HUT ke-25 Tasikmalaya: Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan

Peringatan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya digelar dengan penekanan pada sinergi pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan inklusif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 118x dibuka
HUT ke-25 Tasikmalaya: Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya digelar secara resmi di Balai Kota, Jawa Barat, dengan pemimpin upacara oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor sebagai fondasi utama dalam mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar refleksi atas pencapaian masa lalu, melainkan ajakan untuk menentukan arah kebijakan ke depan yang lebih berkelanjutan dan berdampak nyata bagi rakyat.

Berdasarkan data terbaru, Kota Tasikmalaya mencatat kemajuan signifikan di berbagai sektor. Angka kemiskinan turun dari 10,84 persen pada 2025 menjadi 9,34 persen di 2026. Pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,39 persen pada 2025, naik dari 5,22 persen tahun sebelumnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan dari 76,03 poin pada 2024 menjadi 76,59 poin pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun dari 6,49 persen menjadi 6,43 persen.

Di bidang tata kelola pemerintahan, Tasikmalaya mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah selama sepuluh tahun berturut-turut. Kota ini juga meraih penghargaan TPID Award 2026 sebagai wilayah terbaik di kawasan Jawa-Bali untuk kedua kalinya secara beruntun. Pemerintah kota juga mendukung program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memanfaatkan produk lokal untuk meningkatkan gizi anak sekaligus mendukung usaha petani dan peternak.

Upaya transformasi layanan publik juga terus digenjot, termasuk integrasi pemeriksaan kesehatan gratis dan penanganan penyakit TBC di fasilitas kesehatan dasar. Di sektor pendidikan, digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sarana sekolah menjadi bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Wiyagus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus dinilai dari dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar angka. Ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama demi mewujudkan kota yang tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya