Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ID Food Siapkan Dua Proyek Strategis Stabilisasi Harga Ayam dan Telur

ID Food meluncurkan dua proyek integrasi peternakan dan pabrik tepung telur untuk menstabilkan harga ayam dan telur di pasar dalam negeri mulai 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 92x dibuka
ID Food Siapkan Dua Proyek Strategis Stabilisasi Harga Ayam dan Telur📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - ID Food kini mempercepat ekspansi sektor pangan dengan menginisiasi dua proyek strategis yang bertujuan menjaga stabilitas harga ayam dan telur di tingkat peternak. Proyek pertama berupa pembangunan peternakan ayam terintegrasi yang akan beroperasi di enam lokasi secara bertahap, dengan rencana peresmian pada Juli 2027. Fasilitas ini dibangun melalui anak perusahaan ID Food, Berdikari, sebagai bagian dari upaya mengurangi fluktuasi harga akibat ketidakseimbangan pasokan.

Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, menegaskan bahwa proyek hilirisasi ini dirancang untuk menciptakan rantai pasok yang lebih terkendali. Dengan sistem terintegrasi, dari produksi hingga distribusi, diharapkan harga ayam tidak lagi mengalami lonjakan atau penurunan drastis akibat fluktuasi pasar. “Kami ingin memastikan harga ayam tetap stabil, tidak naik tiba-tiba atau jatuh drastis, sehingga peternak mendapat kepastian,” ujarnya dalam forum Agrifood Forum 2026.

Selain itu, ID Food juga menyiapkan pembangunan pabrik tepung telur di tiga wilayah strategis: Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Fasilitas ini ditujukan untuk menekan ketergantungan impor tepung telur yang mencapai 2.400 ton per tahun. Dengan produksi dalam negeri yang terpusat, diharapkan ketersediaan bahan baku industri makanan bisa lebih terjaga, sekaligus memberi nilai tambah bagi peternak telur.

Ghimoyo menekankan bahwa keberadaan pabrik tepung telur juga menjadi mekanisme penyangga harga saat produksi telur melonjak. Dengan konversi telur berlebih menjadi tepung, pasokan tetap termanfaatkan dan tidak menyebabkan jatuhnya harga di pasar. Tujuan utamanya adalah menjaga kesejahteraan peternak sekaligus menjaga ketersediaan pangan strategis di tingkat konsumen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya