Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Anjlok 11% di Pagi Hari, Tekanan Jual Menggila

Indeks Harga Saham Gabungan merosot 11% ke level 5.227,01 akibat tekanan jual beruntun sejak pembukaan pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
IHSG Anjlok 11% di Pagi Hari, Tekanan Jual Menggila📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tajam pada perdagangan pagi hari, menyentuh level 5.227,01 pada pukul 10.31 WIB. Penurunan ini mewakili penurunan sebesar 636,77 poin atau setara 10,86% dari posisi pembukaan sebelumnya. Pergerakan turun tersebut terjadi dalam rentang waktu singkat, menunjukkan kekhawatiran pasar yang memicu aksi jual massal.

Pada pembukaan sesi perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di posisi 5.393,92, namun langsung terkoreksi dengan tekanan melemah sebesar 8,01%. Dalam periode setengah jam berikutnya, tekanan jual semakin menguat, mengantarkan indeks ke titik terendah harian di 5.193,22. Sementara itu, level tertinggi harian tercatat pada 5.404,51, hanya sedikit di atas harga pembukaan, menggambarkan volatilitas tinggi dan dominasi penjualan.

Volume perdagangan mencapai 61,6 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp1,73 triliun. Angka ini menunjukkan aktivitas pasar yang tinggi meski bergerak dalam tren negatif, mencerminkan ketidakpastian yang memengaruhi keputusan investor. Kondisi ini menandai salah satu penurunan terbesar dalam periode waktu singkat dalam sejarah pasar saham Indonesia dalam tahun ini.

Ketegangan pasar terlihat dari pergerakan yang tidak stabil dan minimnya momentum kenaikan, dengan mayoritas saham mengalami penurunan. Investor terus mengamati perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arus modal. Kondisi ini menekankan perlunya pemantauan ketat terhadap faktor-faktor pemicu volatilitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya