Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah Tipis, Asing Jual Saham Bank dan Teknologi

IHSG turun 0,17% ke 5.925,98 pada Selasa (13/10/2026), didorong aksi jual asing terhadap 10 saham utama, terutama sektor perbankan dan teknologi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.13 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 177x dibuka
IHSG Melemah Tipis, Asing Jual Saham Bank dan Teknologi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, dengan penurunan marginal sebesar 10,17 poin atau 0,17%, berada di level 5.925,98. Meski mengalami koreksi, pergerakan pasar terbilang stabil dengan dominasi saham yang menguat dibandingkan yang melemah. Sebanyak 334 saham mencatat kenaikan, sementara 290 saham mengalami penurunan, dan 168 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 365,11 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp10,75 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup aktif.

Di tengah tekanan penurunan, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp561,60 miliar di seluruh pasar. Aksi beli tersebut didominasi pasar negosiasi dan tunai dengan nilai Rp555,71 miliar, sementara pasar reguler mencatat pembelian bersih Rp5,9 miliar. Meski demikian, arus modal asing yang masuk tidak mampu menahan tekanan dari aksi jual terhadap sejumlah emiten besar, khususnya di sektor perbankan dan infrastruktur teknologi.

Dari data terkini, sepuluh saham yang paling banyak dijual asing secara net adalah PT Bank Mandiri (BMRI) dengan nilai penjualan bersih Rp120,07 miliar, disusul PT Telkom Indonesia (TLKM) Rp74,76 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp65,31 miliar. Di posisi selanjutnya, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mencatat penjualan bersih Rp51,94 miliar, disusul Aneka Tambang (ANTM) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) masing-masing Rp29,41 miliar dan Rp19,58 miliar. Sementara itu, saham seperti Bank Negara Indonesia (BBNI), Adaro Andalan (AADI), Alamtri Minerals (ADMR), dan Dana Brata Luhur (TEBE) juga masuk dalam daftar jual asing terbesar.

Aksi jual terkonsentrasi pada emiten sektor kunci yang sebelumnya menjadi favorit investor, menunjukkan pergeseran strategi asing dalam mengelola portofolio. Meskipun ada aliran modal asing yang positif, tekanan dari penjualan bersih terhadap saham-saham besar menghambat penguatan indeks. Dengan kondisi ini, pasar berpotensi tetap fluktuatif dalam rentang waktu dekat, terutama jika arus modal asing terus berubah secara signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya