Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melonjak 4,16% di Sesi I, Didorong Kenaikan Sektor dan Aktivitas Beli Besar

Indeks Harga Saham Gabungan naik 4,16% pada sesi pertama perdagangan hari ini, menutup di level 5.204,63 akibat dominasi pembelian dan kenaikan sektor unggulan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 66x dibuka
IHSG Melonjak 4,16% di Sesi I, Didorong Kenaikan Sektor dan Aktivitas Beli Besar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menutup sesi pertama perdagangan hari ini di zona positif, menunjukkan kekuatan signifikan dengan kenaikan 208,02 poin atau 4,16% ke posisi 5.204,63. Pergerakan dimulai dari level 4.980,16, yang menjadi titik terendah sepanjang sesi, sebelum menguat tajam dan mempertahankan penguatan hingga akhir sesi. Puncak pergerakan intraday tercatat di 5.210,80, menunjukkan daya beli yang kuat di tengah fluktuasi awal. Aktivitas pasar juga tercatat tinggi, dengan volume transaksi mencapai 396,72 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp16,6 triliun.

Penguatan IHSG didorong oleh dominasi saham yang menguat, dengan 654 emiten menguat, 137 melemah, dan 172 tidak bergerak. Sejumlah sektor menjadi pendorong utama, terutama infrastruktur yang naik 6,6%, disusul keuangan dengan kenaikan 5,1%, serta konsumer non kritikal yang melonjak 4,1%. Saham-saham kunci seperti BBRI, BMRI, TLKM, BBCA, dan ASII turut menjadi pemicu utama kenaikan indeks, sementara BYAN, MORA, DCII, IMPC, dan ICBP menjadi tekanan terhadap pergerakan indeks.

Langkah strategis Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memengaruhi sentimen pasar. Pada Senin (19/10/2026), BEI mengumumkan dua inisiatif baru dalam respons terhadap konsultasi MSCI terkait potensi penurunan status pasar Indonesia. Pertama, informasi kepemilikan saham di atas 1% akan dilengkapi data afiliasi pemegang saham. Kedua, saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG, meski tetap diperdagangkan. Direktur Utama BEI menyebut bobot saham HSC saat ini mencapai 18% dari total indeks.

BEI menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengancam emiten yang masuk daftar HSC, tidak ada sanksi tambahan, dan saham bisa kembali masuk IHSG jika keluar dari kategori tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian reformasi pasar modal yang telah dilakukan, termasuk pengungkapan pemegang saham, peningkatan ketentuan free float, dan penghapusan harga minimum Rp50. MSCI masih menyoroti transparansi kepemilikan dan potensi perdagangan terkoordinasi, dengan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Di tengah dinamika tersebut, Danantara menyatakan kesiapan untuk memperkuat kepemilikan saham BUMN berfundamental kuat. Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria, menilai penurunan IHSG sebelumnya sebagai bagian dari proses pasar yang wajar. Ia juga menegaskan bahwa rencana demutualisasi BEI merupakan bagian dari transformasi sistem pasar modal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya