Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Terpuruk ke 4.961, Pemerintah Siap Evaluasi Stabilitas Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 4,31% ke level 4.961,87, memicu respons pemerintah yang akan evaluasi kondisi pasar bersama KSSK menghadapi dampak sentimen MSCI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 115x dibuka
IHSG Terpuruk ke 4.961, Pemerintah Siap Evaluasi Stabilitas Pasar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin (19/10/2026), menyentuh level 4.961,87 atau turun 223 poin dari penutupan sebelumnya di 5.863,78. Penurunan ini terjadi sejak pembukaan pasar, menunjukkan tekanan berat dari sentimen pasar yang dipicu oleh keputusan MSCI yang sedang meninjau kembali klasifikasi pasar Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah sedang memantau perkembangan pasar secara ketat. Ia menegaskan bahwa respons pemerintah akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar saham. “Ya, kita lihat saja,” ujarnya saat dikonfirmasi di Gedung Bappenas, Jakarta.

Pemerintah telah menyiapkan rapat khusus bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam minggu ini untuk merumuskan langkah-langkah responsif. Airlangga menekankan bahwa keputusan MSCI tentang status pasar Indonesia dinilai tidak sejalan dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat. Ia menilai bahwa penilaian tersebut belum sepenuhnya berbasis pada data riil dan reformasi yang telah dilakukan.

Menurut Airlangga, kunci utama pemulihan kepercayaan pasar adalah bukti nyata dari reformasi struktural yang telah dilakukan pemerintah. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap solid, meski menghadapi tekanan dari dinamika global. “Yang paling penting adalah evidence-based reform yang sudah dilakukan. Itu yang menjadi kunci,” tegasnya, menegaskan bahwa pemisahan antara penilaian MSCI dan kenyataan ekonomi nasional perlu diperjelas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya