Indonesia Siap Kuasai Harga Komoditas Lewat Bursa Nasional 2027
Pemerintah mempercepat pembangunan bursa komoditas nasional sebagai langkah strategis memperkuat pengaruh harga nikel, sawit, dan batu bara di pasar global mulai 2027.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia kini tengah menyiapkan fondasi kuat untuk menguasai dinamika harga komoditas strategis melalui pembentukan bursa perdagangan nasional yang ditargetkan beroperasi pada 1 Januari 2027. Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mengubah posisi Indonesia dari produsen mentah menjadi pemain penentu harga global, terutama di sektor nikel, kelapa sawit, dan batu bara. Proyek ini dikemukakan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian RAPBN 2027, menekankan pentingnya mengendalikan nilai ekonomi dari sumber daya alam yang dimiliki.
Pasar internasional selama ini kerap menentukan harga komoditas asal Indonesia melalui bursa asing seperti London Metal Exchange (LME) dan Bursa Malaysia Derivatives. Padahal, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan merupakan salah satu eksportir terbesar minyak sawit serta batu bara termal. Namun, fluktuasi harga yang signifikan—misalnya penurunan harga nikel dari US$21.474 per ton pada 2023 menjadi US$15.349 pada 2025—menunjukkan ketergantungan pada mekanisme pasar global yang tidak sepenuhnya mengakomodasi kepentingan produsen lokal.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menyusun pendekatan bertahap dalam pembangunan Bursa Komoditas Indonesia (Icomex). Fokus utama adalah menciptakan acuan harga yang kredibel, transparan, dan didukung tata kelola yang andal. Menurut ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, keberhasilan bursa bergantung pada kemampuannya menarik partisipasi produsen dan pedagang, sekaligus menjadi acuan resmi bagi institusi seperti bea cukai dan kantor pajak. Ia menekankan pentingnya uji coba sistem sebelum diperluas secara nasional.
Beberapa tantangan masih menghadang, termasuk keterbatasan likuiditas dan kepercayaan pasar terhadap bursa baru. Sejumlah pelaku industri sawit, seperti Ketua GAPKI Eddy Martono, menyatakan bahwa sebagian besar perusahaan masih lebih memilih transaksi langsung karena biaya dan kompleksitas administrasi di bursa. Sementara itu, ekonom Bhima Yudhistira memperingatkan risiko hukum jika kewajiban menggunakan bursa diterapkan secara paksa, terutama terhadap kontrak jangka panjang dengan mitra asing yang perlu direvisi. Oleh karena itu, pendekatan bertahap dan pengujian pada komoditas terpilih dianggap lebih realistis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar menteri dengan penilaian kinerja terbaik, setelah Amran Sulaiman, Agus Harimurti Yudhoyono, Zulkifli Hasan, dan Sugiono.
26 Oktober 2026

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Seorang mekanik asal Tangerang terkejut digerebek petugas pajak karena tercatat sebagai pemilik McLaren yang menunggak pajak Rp137 juta, padahal tak memiliki kendaraan mewah tersebut.
26 Oktober 2026

BEI Konfirmasi Indonesia Tetap di Kategori Pasar Berkembang Sekunder
BEI menyatakan FTSE Russell mempertahankan posisi pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market tanpa memasukkannya ke watchlist, sebagai pengakuan atas reformasi yang telah dilakukan.
26 Oktober 2026

Mobo, Robot Humanoid Pendamping Keluarga Hadir dengan Kemampuan Intelektual Canggih
AiMOGA meluncurkan Mobo, robot humanoid yang mampu menjalankan 16 tugas sekaligus dengan respons kurang dari 0,2 detik, dirancang untuk mendampingi keluarga lintas generasi.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

PDIP dan Gerindra Soroti Dampak Putusan MK Soal Ijazah Wapres Gibran
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Indonesia Kecam Serangan Teror di Gereja Yordania
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

