Penyesuaian Kuota Pertalite Dikaji Akhir Bulan Ini
Pemerintah meninjau ulang alokasi Pertalite menyusul lonjakan konsumsi akibat pergeseran penggunaan BBM dari Pertamax ke jenis subsidi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian ESDM tengah melakukan evaluasi teknis terhadap alokasi bahan bakar minyak bersubsidi, khususnya jenis Pertalite (RON 90), menyusul kenaikan konsumsi yang signifikan sepanjang tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pergeseran pola konsumsi dari Pertamax Series ke Pertalite menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peninjauan ulang kuota. Ia menegaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM bersubsidi hingga akhir tahun.
Proses penilaian ini masih berlangsung dan dipastikan akan selesai pada akhir bulan ini. Meski belum menentukan angka pasti, Bahlil menyatakan bahwa kenaikan penggunaan Pertalite memang nyata dibandingkan periode sebelumnya. Ia menyebut bahwa pergeseran dari BBM RON 92 ke RON 90 telah terjadi secara masif, sehingga perlu dilakukan penyesuaian alokasi untuk menjamin stabilitas pasokan.
Pertamina, sebagai pelaksana utama distribusi BBM, telah meningkatkan kapasitas pasokan dan memperkuat jaringan distribusi hingga ke SPBU terpencil. Perusahaan juga memperpanjang jam operasional mobil tangki dan petugas SPBU di wilayah strategis, termasuk pada saat-saat permintaan tinggi. Selain itu, Pertamina menerapkan layanan tambahan seperti SPBU modular dan pengisian BBM langsung ke kendaraan konsumen untuk memperluas akses dan mempercepat pelayanan.
Dalam pernyataannya, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menyediakan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ia mengapresiasi dukungan dari pemerintah, lembaga keamanan, serta masyarakat yang telah turut menjaga kelancaran distribusi. Pihaknya menegaskan bahwa anggaran subsidi telah dipersiapkan secara matang untuk mengantisipasi dampak finansial dari penambahan kuota.
Pemerintah dan Pertamina menegaskan bahwa penyesuaian kuota bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan energi nasional. Proses ini dilakukan dengan pertimbangan teknis, ekonomi, dan sosial, demi memastikan bahwa subsidi tetap tepat sasaran tanpa menimbulkan beban berlebihan terhadap APBN.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melepas ribuan peserta JRF 2026 dan turut berlari kategori 10K, menegaskan peningkatan kepercayaan dunia terhadap Jakarta sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional.
26 Oktober 2026

PDIP dan Gerindra Soroti Dampak Putusan MK Soal Ijazah Wapres Gibran
Putusan MK yang tak temukan ijazah sah Gibran tak cukup untuk gugurkan jabatannya, sebut PDIP dan Gerindra, sambil menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik dan konstitusi.
26 Oktober 2026

Indonesia Kecam Serangan Teror di Gereja Yordania
Pemerintah Indonesia mengecam tegas serangan teroris di gereja Ortodoks Karak, Yordania, yang menewaskan delapan orang dan melukai 27 lainnya, serta menyampaikan dukungan penuh kepada pemerintah dan rakyat Yordania.
26 Oktober 2026

Serikat Buruh Diminta Kawal Implementasi UU Ketenagakerjaan Baru
Menteri Ketenagakerjaan mengajak seluruh serikat pekerja turut mengawal pelaksanaan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang telah disahkan Oktober 2026.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA
Paus Serukan Hentikan Perang di Yaman dan Doakan Korban Penembakan Yordania
Senin, 26 Oktober 2026, 12.24 WITA

