Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Singapura Siapkan Rencana Darurat

Pemerintah Indonesia mengurangi pasokan gas ke Singapura untuk menopang kebutuhan energi domestik, sementara Singapura menyatakan kesiapan menghadapi dampaknya dengan rencana kontingensi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Singapura Siapkan Rencana Darurat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia memutuskan untuk menurunkan volume ekspor gas bumi ke Singapura mulai Sabtu (24/10), sebagai bagian dari upaya memprioritaskan pasokan energi dalam negeri. Keputusan ini dipicu kebutuhan mendesak untuk menjamin pasokan listrik di wilayah Batam, Bintan, dan sebagian Sumatra, yang mengalami tekanan tinggi terhadap pasokan gas alam. Dalam keterangan resmi, SKK Migas mengungkapkan bahwa pengalihan tersebut mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari, terdiri dari 15 juta kaki kubik dari blok Natuna dan 16 juta kaki kubik dari sumur di wilayah Sumatra.

Singapura menyatakan telah mempertimbangkan skenario pengurangan pasokan dari Indonesia dan menegaskan kesiapan sistemnya. Otoritas energi negara itu, termasuk EMA dan Singapore GasCo, menyebut telah memiliki rencana darurat yang bisa diaktifkan kapan saja. Langkah antisipatif mencakup peningkatan impor gas alam cair (LNG) secara operasional, sehingga dampak terhadap kebutuhan harian yang mencapai lebih dari 100 juta kaki kubik per hari tetap terkendali. Dampak dari pengurangan pasokan diperkirakan tidak lebih dari dua persen dari total konsumsi nasional.

Di sisi lain, Prancis kembali diguncang aksi massa yang melibatkan ratusan ribu warganya. Aksi unjuk rasa berlangsung sejak Sabtu (24/10) di berbagai kota, termasuk Paris, dengan fokus pada tuntutan perbaikan sektor pendidikan, penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda, serta penanganan tekanan ekonomi akibat kenaikan biaya hidup. Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri Prancis, sekitar 410 ribu orang ikut serta dalam aksi tersebut, dengan sekitar 110 ribu di antaranya berunjuk rasa di ibu kota. Aksi yang sebagian besar berjalan damai itu berujung pada penahanan hampir 1.000 demonstran oleh aparat keamanan.

Sementara itu, muncul isu menyesatkan tentang pertemuan antara tokoh politik Indonesia dengan Duta Besar Singapura di Jakarta. Kedutaan Besar Singapura secara tegas membantah kabar tersebut, menegaskan bahwa kunjungan yang dikabarkan tidak pernah terjadi. Isu ini beredar luas di media sosial, menyusul komentar publik dari tokoh seperti Dino Patti Djalal yang sempat menanggapi dinamika hubungan bilateral. Dino sendiri telah membantah secara tegas bahwa ia pernah mengunjungi kediaman Duta Besar Kwok Fook Seng. Pihak kedubes menyatakan akan menindaklanjuti isu disinformasi tersebut dengan melibatkan otoritas terkait di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya