Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Siap Menjadi Standalone Market, Reformasi Pasar Modal Berjalan Terus

Pasar modal Indonesia terus memperkuat fondasi dengan reformasi transparansi, likuiditas, dan pengawasan, meski belum ada keputusan akhir dari MSCI mengenai klasifikasi pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
Indonesia Siap Menjadi Standalone Market, Reformasi Pasar Modal Berjalan Terus📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan global setelah MSCI Inc. membuka konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Meski belum ada keputusan final, otoritas pasar modal menyatakan proses reformasi terus berjalan secara sistematis. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa perbaikan struktur pasar, termasuk transparansi data dan kualitas informasi, menjadi fokus utama untuk memperkuat kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Sejumlah inisiatif telah dilaksanakan, seperti perluasan publikasi kepemilikan saham atas 1%, peningkatan rincian data kepemilikan, serta pembaruan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dengan memasukkan Price Impact Ratio sebagai indikator tambahan untuk saham berkapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun. Upaya ini dilakukan untuk lebih akurat memantau konsentrasi kepemilikan dan aktivitas perdagangan. Direktur BEI Iding Pardi menegaskan bahwa peningkatan kualitas data merupakan bagian dari komitmen menjawab perhatian global terhadap pasar modal nasional.

Dalam hal likuiditas, BEI telah menghapus harga minimum saham dan menerapkan peningkatan batas minimum free float secara bertahap, yang kini telah dipenuhi oleh 61% dari 918 perusahaan tercatat. Data hingga 30 September 2026 menunjukkan rata-rata free float mencapai 22,99%. Untuk memastikan keberhasilan transisi, BEI membentuk Satgas Monitoring Free Float bersama KSEI dan asosiasi pasar, serta menyediakan layanan khusus seperti hot desk dan pendekatan one-on-one kepada perusahaan tercatat. Selain itu, kegiatan roadshow dan public expose live digelar untuk memperluas eksposur perusahaan kepada investor potensial.

Di sisi pengawasan, OJK mengumumkan denda total Rp2,1 triliun terhadap pelanggaran pasar, termasuk manipulasi pasar dan pelanggaran prosedur IPO. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap kepatuhan dan integritas pasar. Secara makro, perekonomian Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II-2026, inflasi September tercatat 3,28%, dan cadangan devisa mencapai US$146,3 miliar. Kinerja perusahaan tercatat juga positif, dengan laba bersih naik 16,25% di semester I-2026, sementara sektor energi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 78,28%.

Meskipun Indonesia memiliki kapitalisasi pasar US$497,96 miliar—lebih tinggi dibanding Nigeria dan Argentina—dan memenuhi kriteria ukuran serta likuiditas, MSCI masih menekankan pentingnya transparansi dan aksesibilitas pasar, khususnya pada Pilar 5. Namun, dengan sejumlah keunggulan seperti akses modal yang terbuka, infrastruktur perdagangan yang stabil, serta sembilan saham dalam MSCI Standard Index, Indonesia tetap memiliki fondasi kuat untuk menjaga klasifikasi Emerging Market. Reformasi yang berkelanjutan menunjukkan kesiapan pasar untuk menyesuaikan diri dengan standar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya