Indonesia Siap Menjadi Standalone Market, Reformasi Pasar Modal Berjalan Terus
Pasar modal Indonesia terus memperkuat fondasi dengan reformasi transparansi, likuiditas, dan pengawasan, meski belum ada keputusan akhir dari MSCI mengenai klasifikasi pasar.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 71x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan global setelah MSCI Inc. membuka konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Meski belum ada keputusan final, otoritas pasar modal menyatakan proses reformasi terus berjalan secara sistematis. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa perbaikan struktur pasar, termasuk transparansi data dan kualitas informasi, menjadi fokus utama untuk memperkuat kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Sejumlah inisiatif telah dilaksanakan, seperti perluasan publikasi kepemilikan saham atas 1%, peningkatan rincian data kepemilikan, serta pembaruan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dengan memasukkan Price Impact Ratio sebagai indikator tambahan untuk saham berkapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun. Upaya ini dilakukan untuk lebih akurat memantau konsentrasi kepemilikan dan aktivitas perdagangan. Direktur BEI Iding Pardi menegaskan bahwa peningkatan kualitas data merupakan bagian dari komitmen menjawab perhatian global terhadap pasar modal nasional.
Dalam hal likuiditas, BEI telah menghapus harga minimum saham dan menerapkan peningkatan batas minimum free float secara bertahap, yang kini telah dipenuhi oleh 61% dari 918 perusahaan tercatat. Data hingga 30 September 2026 menunjukkan rata-rata free float mencapai 22,99%. Untuk memastikan keberhasilan transisi, BEI membentuk Satgas Monitoring Free Float bersama KSEI dan asosiasi pasar, serta menyediakan layanan khusus seperti hot desk dan pendekatan one-on-one kepada perusahaan tercatat. Selain itu, kegiatan roadshow dan public expose live digelar untuk memperluas eksposur perusahaan kepada investor potensial.
Di sisi pengawasan, OJK mengumumkan denda total Rp2,1 triliun terhadap pelanggaran pasar, termasuk manipulasi pasar dan pelanggaran prosedur IPO. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap kepatuhan dan integritas pasar. Secara makro, perekonomian Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II-2026, inflasi September tercatat 3,28%, dan cadangan devisa mencapai US$146,3 miliar. Kinerja perusahaan tercatat juga positif, dengan laba bersih naik 16,25% di semester I-2026, sementara sektor energi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 78,28%.
Meskipun Indonesia memiliki kapitalisasi pasar US$497,96 miliar—lebih tinggi dibanding Nigeria dan Argentina—dan memenuhi kriteria ukuran serta likuiditas, MSCI masih menekankan pentingnya transparansi dan aksesibilitas pasar, khususnya pada Pilar 5. Namun, dengan sejumlah keunggulan seperti akses modal yang terbuka, infrastruktur perdagangan yang stabil, serta sembilan saham dalam MSCI Standard Index, Indonesia tetap memiliki fondasi kuat untuk menjaga klasifikasi Emerging Market. Reformasi yang berkelanjutan menunjukkan kesiapan pasar untuk menyesuaikan diri dengan standar global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

