Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Siapkan B50 di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026

Pemerintah menargetkan seluruh SPBU di Indonesia telah menyediakan BBM solar campuran biodiesel 50% sejak 1 Oktober 2026, menyusul penyelesaian masa transisi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Siapkan B50 di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa mulai besok, Kamis, 1 Oktober 2026, seluruh titik penyaluran BBM solar di seluruh wilayah Indonesia telah menerapkan campuran biodiesel sebesar 50% (B50). Langkah ini merupakan penyelesaian dari tahap transisi yang telah berlangsung sejak 1 Juli 2026, dengan durasi tiga bulan untuk menyesuaikan ketersediaan dan distribusi di seluruh jaringan SPBU.

Proses transisi dirancang untuk memastikan kesiapan para badan usaha dalam mengelola stok B40 yang masih beredar, terutama bagi PT Pertamina (Persero) yang membutuhkan waktu sekitar dua bulan, sementara 34 badan usaha lainnya memerlukan waktu hingga tiga bulan. Kepastian pelaksanaan penuh B50 ini didukung oleh capaian distribusi yang telah mencapai 80% secara nasional pada awal September 2026, dengan Pertamina mencatatkan distribusi lebih dari 90% ke jaringan SPBU miliknya.

Pemerintah terus memantau pelaksanaan distribusi B50 hingga akhir September 2026, guna memastikan seluruh penyalur menyelesaikan penyaluran produk baru sebelum masa transisi berakhir. Kepala Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi menyebutkan bahwa upaya ini tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia sebagai pelopor global dalam penerapan biodiesel tingkat tinggi.

Implementasi B50 dipandang sebagai terobosan strategis yang mampu menghemat devisa hingga Rp 170 triliun per tahun, menumbuhkan nilai tambah industri kelapa sawit sebesar Rp 23,49 triliun, serta menyerap tenaga kerja hingga 2,1 juta orang. Dampak lingkungan juga signifikan, dengan penurunan emisi karbon mencapai 44,46 juta ton per tahun. Rencana pengembangan lebih lanjut ke B60 pada 2027 juga sedang dikaji secara teknis, sebagai bagian dari langkah berkelanjutan dalam pengembangan energi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya