Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nanang Hendarno Jabat Direktur Utama Telkom

Telkom resmi menunjuk Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama menggantikan Dian Siswarini, disertai sejumlah perubahan struktural di jajaran direksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Nanang Hendarno Jabat Direktur Utama Telkom📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan perubahan struktur kepemimpinan direksi pada hari Rabu, 30 September. Nanang Hendarno secara resmi menjabat sebagai Direktur Utama, menggantikan Dian Siswarini yang sebelumnya memimpin perusahaan sejak 2025. Keputusan ini merupakan bagian dari rencana transformasi internal untuk memperkuat arahan strategis perusahaan di tengah dinamika industri telekomunikasi yang terus berkembang.

Pergantian jabatan tersebut disampaikan langsung oleh SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, yang memastikan proses pergantian telah dilakukan sesuai mekanisme internal. Ia menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kapasitas manajerial guna mendukung transformasi digital nasional. “Siap, betul,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai perubahan jajaran direksi.

Di samping posisi Direktur Utama, Telkom juga melakukan penyesuaian pada lima jabatan strategis lainnya. Budi Satria Dharma Purba kini menjabat sebagai Direktur Network, menggantikan Nanang Hendarno yang sebelumnya memegang posisi tersebut. Budi sebelumnya menjabat sebagai Direktur Wholesale & International Service, yang kini diisi oleh Radita Ali Putra. Sementara itu, Kharim I. G. Siregar ditunjuk sebagai Direktur IT Digital menggantikan Faizal R. Djoemadi.

Lima direktur lainnya—Veranita Yosephine, Willy Saelan, Arthur Angelo Syailendra, Seno Soemadji, dan Andy Kelana—tetap mempertahankan jabatan masing-masing. Dewan Komisaris Telkom juga tidak mengalami perubahan, dengan Angga Raka Prabowo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi tiga komisaris dan empat komisaris independen. Perubahan ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap stabilitas kepemimpinan sekaligus memperbarui kapasitas eksekutif untuk menjawab tantangan masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya