Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Tanggapi Isu Impor Tuna dengan Jaminan Swasembada

Menteri KKP menegaskan seluruh pasokan tuna di Indonesia berasal dari produksi dalam negeri, tanpa impor, meski ada kemungkinan impor produk olahan dari bahan baku lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 85x dibuka
Indonesia Tanggapi Isu Impor Tuna dengan Jaminan Swasembada📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, secara tegas menyatakan bahwa Indonesia kini telah mencapai kemandirian dalam pasokan ikan tuna, dengan tidak lagi melakukan impor jenis ikan tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam forum diskusi nasional yang membahas isu ketahanan pangan dan swasembada protein, di mana ia menekankan bahwa seluruh produksi tuna di dalam negeri berasal dari budidaya dan tangkapan dalam wilayah perairan Indonesia.

Ia menegaskan bahwa tiga jenis tuna utama—tuna mata besar, tuna sirip kuning, dan tuna sirip biru—kini diproduksi secara intensif, bahkan telah diekspor ke pasar global dengan nilai signifikan. Menurutnya, upaya pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan, termasuk intervensi di wilayah Lautan Hindia, telah menopang kemandirian nasional.

Namun, ia membuka kemungkinan adanya impor tuna dalam bentuk olahan, bukan sebagai bahan baku mentah. Ia menjelaskan bahwa beberapa pelaku usaha pernah mengimpor bahan baku, kemudian memprosesnya secara lokal, lalu mengekspor kembali sebagai produk olahan. Praktik serupa pernah terjadi pada sektor udang, yang kini telah dihentikan karena produksi domestik telah mampu memenuhi kebutuhan.

Langkah ini, kata Menteri, diambil untuk melindungi ribuan pembudidaya ikan di seluruh wilayah Indonesia yang kini menjadi tulang punggung produksi nasional. Dengan memperkuat basis produksi lokal, pemerintah berupaya menjamin keberlanjutan sektor perikanan dan menekan ketergantungan terhadap impor.

Forum tersebut, yang bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global", menjadi wadah diskusi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperluas akses pasar internasional. Di dalamnya, berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat kementerian dan pimpinan BUMN pangan, turut berpartisipasi dalam menyusun strategi jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya