Indonesia Tanggapi Isu Impor Tuna dengan Jaminan Swasembada
Menteri KKP menegaskan seluruh pasokan tuna di Indonesia berasal dari produksi dalam negeri, tanpa impor, meski ada kemungkinan impor produk olahan dari bahan baku lokal.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 85x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, secara tegas menyatakan bahwa Indonesia kini telah mencapai kemandirian dalam pasokan ikan tuna, dengan tidak lagi melakukan impor jenis ikan tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam forum diskusi nasional yang membahas isu ketahanan pangan dan swasembada protein, di mana ia menekankan bahwa seluruh produksi tuna di dalam negeri berasal dari budidaya dan tangkapan dalam wilayah perairan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa tiga jenis tuna utama—tuna mata besar, tuna sirip kuning, dan tuna sirip biru—kini diproduksi secara intensif, bahkan telah diekspor ke pasar global dengan nilai signifikan. Menurutnya, upaya pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan, termasuk intervensi di wilayah Lautan Hindia, telah menopang kemandirian nasional.
Namun, ia membuka kemungkinan adanya impor tuna dalam bentuk olahan, bukan sebagai bahan baku mentah. Ia menjelaskan bahwa beberapa pelaku usaha pernah mengimpor bahan baku, kemudian memprosesnya secara lokal, lalu mengekspor kembali sebagai produk olahan. Praktik serupa pernah terjadi pada sektor udang, yang kini telah dihentikan karena produksi domestik telah mampu memenuhi kebutuhan.
Langkah ini, kata Menteri, diambil untuk melindungi ribuan pembudidaya ikan di seluruh wilayah Indonesia yang kini menjadi tulang punggung produksi nasional. Dengan memperkuat basis produksi lokal, pemerintah berupaya menjamin keberlanjutan sektor perikanan dan menekan ketergantungan terhadap impor.
Forum tersebut, yang bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global", menjadi wadah diskusi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperluas akses pasar internasional. Di dalamnya, berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat kementerian dan pimpinan BUMN pangan, turut berpartisipasi dalam menyusun strategi jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

