Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investor Diminta Tak Terpengaruh Penurunan Status MSCI

Wakil Menteri Koordinator Perekonomian menekankan agar investor lokal tetap percaya diri dan tidak panik terhadap penurunan peringkat pasar Indonesia oleh MSCI, menyoroti keterbatasan kinerja indeks tersebut dalam memprediksi imbal hasil.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
Investor Diminta Tak Terpengaruh Penurunan Status MSCI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah meminta investor domestik tetap tenang menyikapi keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menurunkan status pasar modal Indonesia ke kategori pasar mandiri. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa keputusan ini tidak harus memicu reaksi emosional, terutama di kalangan pelaku pasar lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga kemandirian analisis dan tidak mengandalkan penilaian eksternal secara mutlak.

Drajad Hari Wibowo menyoroti bahwa meskipun MSCI dikenal sebagai lembaga penilai pasar global dengan reputasi tinggi, kinerjanya dalam menghasilkan imbal hasil yang konsisten tidak selalu optimal. Berdasarkan data dari Deutsche Börse, terdapat periode di mana indeks yang direkomendasikan MSCI justru mengalami penurunan, bahkan ketika pasar utama seperti Jerman mengalami kenaikan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa indeks tersebut tidak selalu mencerminkan kinerja pasar secara akurat.

Ia juga menyebut bahwa berbagai simulasi menunjukkan bahwa return yang dihasilkan oleh portofolio berbasis MSCI cenderung lebih rendah dibandingkan dengan alternatif lain. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh dominasi berlebihan terhadap saham-saham Amerika yang mencapai 70 persen, sementara sekitar 30 persen lainnya berasal dari sektor teknologi. Kondisi ini menciptakan bias struktural yang dapat memengaruhi kinerja secara keseluruhan.

Drajad menekankan bahwa keputusan investasi seharusnya didasarkan pada analisis internal, bukan hanya pada peringkat dari lembaga eksternal. Ia mengimbau investor untuk menghitung sendiri potensi imbal hasil, mempertimbangkan kondisi domestik, dan memahami risiko secara mandiri. Dengan demikian, kebijakan investasi tidak hanya lebih rasional, tetapi juga lebih tahan terhadap fluktuasi indeks global yang tidak selalu sejalan dengan realitas pasar lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya