Investor Diminta Tak Terpengaruh Penurunan Status MSCI
Wakil Menteri Koordinator Perekonomian menekankan agar investor lokal tetap percaya diri dan tidak panik terhadap penurunan peringkat pasar Indonesia oleh MSCI, menyoroti keterbatasan kinerja indeks tersebut dalam memprediksi imbal hasil.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah meminta investor domestik tetap tenang menyikapi keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menurunkan status pasar modal Indonesia ke kategori pasar mandiri. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa keputusan ini tidak harus memicu reaksi emosional, terutama di kalangan pelaku pasar lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga kemandirian analisis dan tidak mengandalkan penilaian eksternal secara mutlak.
Drajad Hari Wibowo menyoroti bahwa meskipun MSCI dikenal sebagai lembaga penilai pasar global dengan reputasi tinggi, kinerjanya dalam menghasilkan imbal hasil yang konsisten tidak selalu optimal. Berdasarkan data dari Deutsche Börse, terdapat periode di mana indeks yang direkomendasikan MSCI justru mengalami penurunan, bahkan ketika pasar utama seperti Jerman mengalami kenaikan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa indeks tersebut tidak selalu mencerminkan kinerja pasar secara akurat.
Ia juga menyebut bahwa berbagai simulasi menunjukkan bahwa return yang dihasilkan oleh portofolio berbasis MSCI cenderung lebih rendah dibandingkan dengan alternatif lain. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh dominasi berlebihan terhadap saham-saham Amerika yang mencapai 70 persen, sementara sekitar 30 persen lainnya berasal dari sektor teknologi. Kondisi ini menciptakan bias struktural yang dapat memengaruhi kinerja secara keseluruhan.
Drajad menekankan bahwa keputusan investasi seharusnya didasarkan pada analisis internal, bukan hanya pada peringkat dari lembaga eksternal. Ia mengimbau investor untuk menghitung sendiri potensi imbal hasil, mempertimbangkan kondisi domestik, dan memahami risiko secara mandiri. Dengan demikian, kebijakan investasi tidak hanya lebih rasional, tetapi juga lebih tahan terhadap fluktuasi indeks global yang tidak selalu sejalan dengan realitas pasar lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Transmart menggelar promo satu hari dengan potongan harga hingga 50 persen untuk mesin cuci dan kulkas, termasuk diskon tambahan 20 persen bagi pembeli menggunakan Allo Bank atau kartu kredit Bank Mega.
25 Oktober 2026

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Topan Champi yang berkekuatan hingga 173 km/jam memicu pembatalan hampir 1.000 penerbangan di Taiwan dan Jepang, sementara otoritas bersiap menghadapi dampak banjir, longsor, dan pemadaman listrik.
25 Oktober 2026

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan pentingnya memenuhi kewajiban kontrak pasokan gas, meski Indonesia memangkas ekspor, sambil memperkuat diversifikasi energi dan mengevaluasi opsi nuklir.
25 Oktober 2026

Aksi Protes Massal Guncang Eropa dalam Sepekan
Ribuan warga di sejumlah kota Eropa turun ke jalan memprotes isu sosial, ekonomi, dan politik, menyebabkan bentrokan dengan aparat di berbagai wilayah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Demonstrasi Anti-Sistem di Barcelona Ricuh, 100 Orang Ditangkap
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA
Obama Sindir Trump Soal Renovasi Gedung Putih Saat Kampanye
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.29 WITA

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.29 WITA

