Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jacqueline Mars, dari Antropolog hingga Pemimpin Bisnis Global

Pewaris Mars, Inc., Jacqueline Mars, kini menempati posisi 36 dalam daftar orang terkaya dunia dengan kekayaan Rp804,8 triliun, berkat warisan dan kepemimpinan strategis di perusahaan makanan dan perawatan hewan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.39 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
Jacqueline Mars, dari Antropolog hingga Pemimpin Bisnis Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jacqueline Mars, yang lahir pada 10 Oktober 1939, menempati urutan ke-36 dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes dengan kekayaan mencapai US$50,3 miliar atau setara Rp804,8 triliun. Ia menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam keluarga Mars, pewaris saham mayoritas perusahaan yang memproduksi merek-merek ternama seperti Snickers, M&M’s, Milky Way, Pedigree, dan Whiskas. Meski berada di puncak kekayaan global, ia tetap dikenal sebagai sosok yang menekankan nilai sosial dan konsistensi dalam berkontribusi bagi masyarakat.

Dengan latar belakang pendidikan antropologi dari Bryn Mawr College, lulusan 1961 ini membawa pendekatan humanis ke dalam dunia bisnis. Ia tidak sekadar mewarisi kekayaan, melainkan aktif memimpin operasional perusahaan sejak 1982 hingga pensiun pada 2001. Perannya sebagai President of the Food Product Group menunjukkan komitmen terhadap pengembangan produk makanan dan olahan, sambil tetap menjadi anggota Dewan Direksi hingga 2016 untuk menjaga keberlangsungan visi keluarga.

Mars, Inc. dipilih untuk tetap menjadi perusahaan swasta sejak didirikan pada 1911, dengan alasan strategis seperti menjaga kontrol keluarga, menjaga rahasia operasional, dan fokus pada pertumbuhan jangka panjang tanpa tekanan pasar saham. Jacqueline menjadi bagian dari kebijakan ini, memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa mengorbankan prinsip bisnis yang telah menjadi fondasi perusahaan.

Di luar dunia bisnis, ia dikenal sebagai tokoh filantropi berpengaruh. Ia menjadi donatur utama bagi Bryn Mawr College sebagai Trustee Emeritus, serta memberikan hibah besar senilai US$10 juta (sekitar Rp150 miliar) untuk mendukung beasiswa mahasiswa sarjana. Ia juga aktif dalam dunia olahraga berkuda, menjadi pemilik peternakan Stonehall Farm di Virginia dan mendukung atlet nasional dalam ajang internasional, termasuk Olimpiade. Tanah miliknya pun dilindungi melalui perjanjian konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, ia pernah memimpin dewan Washington National Opera dan menjabat posisi strategis di Smithsonian Institution serta National Archives Foundation. Melalui berbagai peran ini, Jacqueline Mars menunjukkan bahwa kekayaan bukan hanya ukuran kesuksesan finansial, melainkan juga potensi untuk membangun dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya