Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jurnalis Jepang Ditangkap Rusia di Sakhalin atas Tuduhan Spionase

Seorang jurnalis Jepang ditahan di Sakhalin oleh otoritas Rusia atas dugaan spionase, memperburuk ketegangan bilateral yang sudah memburuk akibat sengketa wilayah dan dukungan Jepang terhadap Ukraina.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 82x dibuka
Jurnalis Jepang Ditangkap Rusia di Sakhalin atas Tuduhan Spionase📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang wartawan asal Jepang, Yuki Imai, dilaporkan telah ditangkap oleh aparat keamanan Rusia di wilayah Sakhalin, provinsi paling timur negara itu, atas tuduhan melakukan aktivitas mata-mata. Penangkapan ini terjadi saat Imai bersiap kembali ke Jepang, menurut laporan dari otoritas keamanan Rusia yang menyatakan bahwa ia diduga mengumpulkan data sensitif terkait kemampuan pertahanan militer negara itu. Imai, yang merupakan reporter untuk surat kabar Hokkaido Shimbun dan berkedudukan di Yuzhno-Sakhalinsk, diperkirakan telah menyimpan informasi yang diduga akan diserahkan kepada badan intelijen Jepang.

Proses penangkapan direkam dalam video yang dirilis oleh FSB, menampilkan petugas berseragam hitam bertopeng menyerbu kamar hotel, menyeret dan memborgol pria yang diduga Imai, lalu membawanya ke Moskow untuk menjalani proses hukum. Pengadilan ibu kota mengeluarkan perintah penahanan sementara sebelum sidang digelar, meski tidak mempublikasikan jadwal persidangan. Imai diperkirakan akan tetap ditahan hingga 12 Desember, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara jika terbukti bersalah atas dakwaan spionase.

Pemerintah Jepang segera merespons dengan meminta Rusia memberikan perlakuan adil dan transparan kepada jurnalis tersebut. Kedutaan Besar Jepang di Moskow dan Konsulat Jenderal di Yuzhno-Sakhalinsk telah mengajukan permintaan kepada otoritas Rusia untuk segera menyampaikan informasi terkait kasus ini. Pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang menekankan pentingnya menjaga hak asasi manusia dan prinsip hukum yang adil, serta menyerukan agar Imai dilindungi sebagai warga negara yang sedang menjalankan profesinya secara profesional.

Peristiwa ini menjadi bagian dari tren yang lebih luas, di mana Rusia secara konsisten menangkap warga asing dari negara-negara yang dianggap tidak bersahabat, terutama dari Barat. Pada tahun 2023, seorang jurnalis AS, Evan Gershkovich, juga ditangkap atas tuduhan serupa dan dijatuhi hukuman 16 tahun penjara sebelum dibebaskan melalui pertukaran tahanan pada 2024. Ketegangan antara Rusia dan Jepang memburuk sejak Tokyo mendukung sanksi terhadap Moskow atas invasi ke Ukraina, serta terus menegaskan klaim atas empat pulau di Kepulauan Kuril, yang dikuasai Rusia sejak akhir Perang Dunia II. Kunjungan Presiden Putin ke salah satu pulau yang disengketakan pada Agustus 2023 memperuncing ketegangan, menyusul pembatalan program kunjungan warga Jepang ke makam leluhur di wilayah tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya