Kabila Gabung M23, Bentuk Perlawanan Terhadap Pemerintahan Kongo
Mantan presiden Kongo, Joseph Kabila, secara resmi memimpin aliansi pemberontak baru bersama M23 di Goma, menegaskan perlawanan terhadap rezim yang dianggap otoriter.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 61x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Joseph Kabila, mantan pemimpin Republik Demokratik Kongo yang menjabat dari 2001 hingga 2019, kini secara terbuka mengambil posisi sebagai pemimpin utama gerakan pemberontak baru di wilayah timur negara itu. Ia mengumumkan keberadaan Front pour la Refondation de la Nation (FRN) dalam konferensi pers di Goma, kota yang telah berada di bawah kendali M23 sejak Januari 2025. Dalam pernyataannya, Kabila menegaskan komitmen untuk menghentikan dominasi politik yang dianggap tirani, termasuk melalui kekerasan jika diperlukan.
Organisasi ini dibentuk sebagai bentuk koalisi politik dan militer terstruktur, dengan Kabila sebagai kepala, sementara komandan milisi M23 bertindak sebagai wakil. Keputusan ini muncul setelah ia dijatuhi hukuman mati in absentia oleh otoritas Kongo atas tuduhan keterlibatan dalam Aliansi Sungai Kongo (AFC), sayap politik M23 yang telah dibubarkan. Kabila sempat menolak tudingan tersebut, tetapi kini ia secara aktif mengambil peran strategis dalam perlawanan bersenjata.
Kondisi politik di Kongo saat ini berada dalam tekanan tinggi, menyusul masa jabatan Presiden Felix Tshisekedi yang akan berakhir pada 2028. Meski konstitusi melarang perpanjangan jabatan melebihi dua periode, kelompok pendukung presiden telah bergerak diam-diam untuk mendorong amandemen aturan, memicu kekhawatiran tentang kekuasaan yang berulang. Keberadaan Kabila sebagai tokoh pemberontak menambah kompleksitas krisis yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade di wilayah timur, kaya akan sumber daya mineral strategis.
Sejak 2012, M23 yang didominasi etnis Tutsi telah menjadi aktor utama konflik di wilayah Kivu, dengan PBB dan negara Barat secara konsisten menduga Rwanda sebagai pelaku di balik dukungan penuh. Meskipun Kigali membantah, upaya perdamaian yang dilakukan secara internasional—termasuk kesepakatan antara Kinshasa dan Kigali di bawah mediasi Washington, serta gencatan senjata Juli 2025 yang diawasi Qatar—gagal menekan eskalasi kekerasan. Kini, kehadiran Kabila dalam aliansi baru menandai perubahan signifikan dalam dinamika konflik, dengan perang yang kini tidak hanya tentang wilayah, tetapi juga tentang legitimasi kekuasaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

