Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kematian Warga di Pejompongan, 322 Ditangkap Pasca-Demo 27 Agustus

Seorang warga bernama Bambang Setiyawan tewas akibat pengeroyokan di Pejompongan, sementara 322 orang ditangkap dan 48 ditetapkan tersangka usai kerusuhan pasca-demonstrasi di depan DPR/MPR.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kematian Warga di Pejompongan, 322 Ditangkap Pasca-Demo 27 Agustus📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kasus kematian Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, kini menjadi fokus penyelidikan pihak kepolisian pasca-kerusuhan pada 27 Agustus. Korban diperkirakan menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan pada malam hari, setelah sempat beraktivitas hingga sore hari. Menurut keterangan keluarga, Bambang sempat membantu mengantar orang sakit ke rumah sakit sebelum kembali ke rumah sekitar pukul 21.30. Namun, setelah itu ia kembali ke tokonya dan tidak pernah pulang. Keluarga baru mengetahui kondisinya pada dini hari hari berikutnya, setelah melihat rekaman video yang menunjukkan dirinya dikeroyok dan diseret oleh sejumlah orang.

Polda Metro Jaya melaporkan penangkapan massal terhadap 322 orang terkait kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta, termasuk di depan Gedung DPR/MPR dan wilayah Pejompongan. Dari jumlah tersebut, 162 orang berusia dewasa (18–40 tahun) ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum, sementara 160 lainnya adalah remaja berusia 12 hingga 19 tahun. Polisi menyita berbagai barang bukti seperti golok, ketapel, panah, rantai besi, dan tongkat bambu yang diduga digunakan dalam aksi perusakan dan kekerasan. Sebanyak 48 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk tiga orang yang kedapatan membawa senjata tajam.

Kerusuhan dipicu oleh pengusiran massa oleh aparat dari depan gedung DPR/MPR, yang kemudian memicu aksi balas dendam. Massa kemudian bergerak menuju Pejompongan dan Palmerah, di mana sejumlah fasilitas umum seperti kamera CCTV, pos polisi, dan kendaraan dibakar atau dirusak. Polisi menyatakan evakuasi korban terhambat karena situasi di lapangan belum kondusif. Bambang Setiyawan ditemukan dalam kondisi pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit Mintoharjo, namun dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum.

Tuduhan terhadap organisasi GRIB Jaya muncul setelah video yang menampilkan sosok Ketua DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, beredar luas di media sosial. Pihak GRIB Jaya membantah keterlibatan organisasi dalam kerusuhan, meskipun terdapat perbedaan keterangan dari kuasa hukum yang sebelumnya menyatakan Hercules tidak hadir dalam aksi tersebut. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir langsung di rumah duka pada malam hari untuk melayat, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kasus ini.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta hukum secara menyeluruh, termasuk peran serta keberadaan pelaku dan mekanisme kekerasan yang terjadi. YLBHI menyoroti adanya pola serupa dalam aksi demonstrasi Agustus 2026 dibandingkan dengan peristiwa serupa tahun sebelumnya, menandai potensi rekurensi tindakan yang tidak terkendali. Pemerintah dan lembaga hukum kini berupaya memastikan keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya