Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kemen PKP Dorong Ekonomi Keluarga Lewat Program Bedah Rumah

Menteri PKP dorong pemberdayaan ekonomi keluarga penerima BSPS melalui pelatihan usaha bersama PNM, sambil meninjau lokasi bedah rumah di Jakarta Utara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 98x dibuka
Kemen PKP Dorong Ekonomi Keluarga Lewat Program Bedah Rumah📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menekankan pentingnya pendampingan ekonomi bagi keluarga penerima bantuan perumahan swadaya. Ia menyoroti bahwa program bedah rumah bukan sekadar perbaikan fisik rumah, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga melalui pendampingan usaha. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) guna memastikan dampak berkelanjutan dari bantuan yang diberikan.

Pada kunjungan ke Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, Maruarar memantau langsung progres perbaikan rumah yang ditujukan bagi warga berpenghasilan rendah. Ia menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan akses perumahan layak sekaligus membuka peluang kerja di sekitar lokasi perbaikan. Dengan melibatkan warga setempat dalam proses konstruksi, diharapkan tercipta efek multiplier ekonomi lokal.

Melalui pendekatan integratif, pemerintah berupaya mengubah bantuan fisik menjadi stimulus ekonomi berkelanjutan. Pelatihan usaha yang diselenggarakan bersama PNM diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan struktural melalui penguatan sektor perumahan dan kewirausahaan.

Tujuan utama dari pendekatan ini adalah menciptakan kesejahteraan berkelanjutan, bukan hanya pada level rumah tangga, tetapi juga di tingkat komunitas. Dengan menggabungkan perbaikan infrastruktur dengan pengembangan kapasitas ekonomi, program diharapkan mampu menjadi model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya